google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tangsel Mantapkan Diri Jadi Kota Layak Anak Seutuhnya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tangsel, iKoneksi.com — Komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menjadikan wilayahnya sebagai Kota Layak Anak kembali ditegaskan secara terbuka oleh Wali Kota Benyamin Davnie. Momen ini disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional tingkat kota yang digelar di Plaza Puspemkot Tangsel, Kecamatan Ciputat, pada Selasa (23/7/2025), yang dihadiri ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, hingga SD.

Kota Layak Anak Bukan Sekadar Gelar

Dalam sambutannya, Benyamin menegaskan predikat “Kota Layak Anak” bukan sekadar slogan atau penghargaan yang bisa dibanggakan, melainkan amanat serius yang harus dijalankan. Ia menyebut bahwa mewujudkan kota yang benar-benar layak bagi anak-anak memerlukan kerja nyata, mulai dari penyediaan infrastruktur yang mendukung tumbuh kembang anak, hingga kebijakan yang berpihak pada kebutuhan anak secara menyeluruh.

“Pemerintah harus hadir untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, bahagia, dan terlindungi. Ini tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Benyamin di hadapan peserta kegiatan.

Fokus pada Pendidikan, Inklusi, dan Perlindungan

Lebih lanjut, Benyamin menjelaskan sejumlah langkah konkret yang telah ditempuh oleh Pemkot Tangsel. Salah satunya adalah pemberian insentif bagi penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk lembaga yang menangani anak-anak dari keluarga tidak mampu maupun penyandang disabilitas. Mutu pendidikan dari PAUD hingga SD, kata dia, juga terus menjadi prioritas pembangunan di kota tersebut.

Di tengah tantangan perkembangan teknologi digital, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam pengasuhan. Perhatian dan kasih sayang tidak lagi cukup hanya dalam bentuk rutinitas harian, namun harus mencakup pengawasan terhadap penggunaan teknologi dan media digital.

“Pengawasan dimulai dari rumah. Kalau ada tanda-tanda kecanduan gawai atau interaksi dengan pihak-pihak yang mencurigakan, segera laporkan. Pemkot memiliki P2TP2A yang siap menangani kasus kekerasan dan pelanggaran terhadap anak,” tegasnya.

Kekerasan terhadap Anak Masih Jadi PR

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Benyamin juga menyampaikan keprihatinannya terhadap masih maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Tangerang Selatan. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus berawal dari pergaulan daring serta komunikasi digital dengan orang asing yang sulit dikontrol.

Untuk itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, hingga masyarakat luas.

“Kami bersama kepolisian, kejaksaan, dan tokoh masyarakat akan terus memperkuat patroli preventif dan membangun ruang dialog. Pendampingan psikologis juga telah kami siapkan agar korban, terutama anak-anak, mendapat perlindungan dan pemulihan jangka panjang,” ucap Benyamin.

Menuju Kota Ramah Anak yang Sebenarnya

Komitmen yang disampaikan Wali Kota Benyamin ini menjadi cerminan visi Kota Tangsel untuk tidak hanya menjadi kota modern, tetapi juga kota yang ramah dan aman bagi generasi masa depan. Dengan upaya konkret yang terus dilakukan lintas sektor, harapannya status “Kota Layak Anak” tidak sekadar simbol, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari warganya.

“Peringatan Hari Anak Nasional ini pun menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran semua elemen masyarakat dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak secara menyeluruh,” tukas Benyamin. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *