google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus, Kebebasan Pers Terancam!

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Dunia jurnalistik Indonesia kembali diguncang oleh aksi teror mengerikan. Kantor Tempo menerima kiriman kepala babi tanpa telinga dan enam bangkai tikus tanpa kepala dari orang tak dikenal. Aksi ini sontak menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Komunitas Peduli Seniman Sumut (Kopisusu), yang menilai tindakan ini sebagai serangan brutal terhadap kebebasan pers.

Menurut S. Satya Dharma, sekretaris Kopisusu, teror ini bukan sekadar bentuk intimidasi terhadap jurnalis, tetapi juga ancaman bagi demokrasi. Namun yang lebih mengejutkan adalah reaksi Juru Bicara Istana Kepresidenan, Hasan Nasbi, yang justru menganggap hal ini sebagai soal sepele.

“Ucapan Hasan Nasbi yang menyuruh kepala babi itu dimasak saja menunjukkan bukan hanya sikap meremehkan, tapi juga menunjukkan hati nuraninya sudah mati,” tegas Satya, yang juga pengasuh rubrik budaya Harian Waspada Medan.

Rangkaian Teror yang Terencana

Aksi teror ini pertama kali terjadi pada 19 Maret 2025, ketika kantor Tempo menerima paket kepala babi tanpa telinga yang dikirim oleh seseorang dengan atribut layanan pengiriman barang. Paket tersebut ditujukan kepada Francisca Christy Rosana, seorang jurnalis politik sekaligus host siniar Bocor Alus Politik.

Tak berhenti di situ, tiga hari kemudian, pada 22 Maret 2025, kantor Tempo kembali diteror. Kali ini, sebuah paket berisi enam bangkai tikus tanpa kepala ditemukan oleh petugas kebersihan. Paket tersebut terbungkus kertas kado bermotif bunga mawar merah, seolah ingin menyamarkan isi mengerikannya.

Agus, petugas kebersihan, awalnya mengira paket itu berisi mi instan. Namun, saat dibuka, ternyata di dalamnya terdapat bangkai tikus yang ditumpuk tanpa kepala. Tak ada secarik pesan atau petunjuk mengenai siapa pengirimnya.

Rekaman CCTV menunjukkan paket tersebut dilempar oleh seseorang pada pukul 02.11 WIB dari luar pagar kompleks kantor Tempo di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan.

Ancaman Melalui Media Sosial

Tak hanya melalui paket fisik, teror juga datang melalui dunia digital. Sehari sebelum kiriman bangkai tikus, akun Instagram @derrynoah mengirimkan ancaman langsung kepada Tempo, berbunyi:

“Kami akan terus mengirimkan teror sampai mampus kantor kalian,” ucap Derry.

Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan bahwa aksi ini adalah serangan terhadap pers.

“Jelas, ini adalah bentuk teror yang disengaja untuk mengintimidasi jurnalis. Tapi jika tujuan mereka untuk menakut-nakuti, kami tidak gentar! Stop tindakan pengecut ini!” ujar Setri tegas.

Seniman Sumut: Ini Kemunduran Peradaban!

Reaksi keras juga datang dari Wirja Taufan, penyair sekaligus Ketua Komunitas Peduli Seniman Sumut. Menurutnya, kejadian ini menunjukkan kemunduran peradaban bangsa.

“Di masa Orde Baru, kita sering melihat teror terhadap media. Tapi apa yang terjadi sekarang justru lebih sadis dan brutal,” ujarnya prihatin.

Senada dengan itu, Satya menambahkan mengirim kepala babi dan bangkai tikus tanpa kepala adalah bentuk sadisme ekstrem yang mencerminkan mentalitas pelaku.

“Ini bukan sekadar intimidasi, tapi tindakan biadab yang menunjukkan betapa rendahnya peradaban orang-orang yang melakukannya,” tegasnya.

Desakan untuk Menangkap Pelaku

Komunitas Peduli Seniman Sumut mendesak kepolisian untuk segera mengusut dan menangkap dalang di balik teror ini. Mereka menegaskan bahwa kebebasan pers adalah salah satu amanat reformasi 1998, yang tidak boleh dikorbankan begitu saja.

“Ironisnya, setelah 27 tahun reformasi, kita malah kembali ke zaman kegelapan. Kalau ini dibiarkan, bangsa ini akan semakin terpuruk. Ini apa-apaan?” seru Satya geram.

“Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: Siapa dalang di balik teror ini? Apa motif mereka? Dan yang paling penting, apakah kebebasan pers di Indonesia benar-benar masih terlindungi?,” pungkas Satya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *