google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tim Airborn UMM Unjuk Gigi di Kompetisi Drone KIDN 2025

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (FT UMM) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui Tim Airborn UMM, mahasiswa FT UMM berhasil meraih Juara 3 Kompetisi Inovasi Drone Nasional (KIDN) 2025 pada kategori drone tetap sasaran. Kompetisi ini digelar pada 18 Desember 2025 di Lapangan Aldiron, Jakarta Selatan, dan diikuti tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Capaian tersebut diraih berkat pengembangan drone berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mendeteksi dan melacak target secara real time. Sistem drone dirancang agar dapat menjalankan misi secara mandiri dengan tingkat akurasi tinggi melalui integrasi teknologi AI dan navigasi presisi.

Perancangan arsitektur sistem drone dikembangkan oleh M. Darma Putra Ramadhan, anggota Tim Airborn UMM. Ia menjelaskan teknologi utama drone memanfaatkan algoritma deep learning YOLOv5 yang dikonversi ke TensorRT untuk mengoptimalkan kinerja perangkat Jetson Nano. Optimalisasi ini memungkinkan proses komputasi visual berjalan lebih cepat dan stabil tanpa membebani sistem.

“Konversi ke TensorRT menjadi kunci agar drone tetap responsif menghadapi dinamika lapangan saat lomba,” kata Darma.

Teknologi AI tersebut kemudian diintegrasikan dengan sistem navigasi berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) dan GPS lock. Integrasi ini memungkinkan drone tidak hanya mengenali objek sasaran, tetapi juga bergerak menuju target secara presisi berdasarkan koordinat yang ditentukan.

“Drone yang dikembangkan Tim Airborn UMM memiliki kapasitas angkut hingga tiga kilogram. Namun, untuk kebutuhan KIDN 2025, tim menyesuaikan payload menjadi 750 gram dengan baterai seberat satu kilogram guna menjaga stabilitas dan performa terbang,” jelas Darma.

Selain itu, tim menerapkan fitur target lock, di mana operator dapat memilih objek sasaran melalui antarmuka click and drag. Setelah target terkunci, drone akan menjalankan misi secara otomatis sesuai skenario yang ditetapkan, termasuk misi khusus yang mengharuskan drone menabrakkan diri ke target.

“Pada kategori drone tetap sasaran, penilaian juri meliputi aspek desain, konsep pengembangan, teknologi, presentasi, daya tahan, serta kecepatan drone. Berdasarkan hasil pengujian internal, sistem drone Airborn UMM mencatat tingkat keberhasilan hingga 95 persen selama tahap uji coba dan perlombaan,” sebut Darma.

Meski meraih hasil membanggakan, tim menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan waktu latihan dan kondisi cuaca yang kurang mendukung. Untuk mengatasi hal tersebut, tim memanfaatkan waktu malam hari untuk latihan intensif di lapangan sepak bola UMM.

“Ke depan, Tim Airborn UMM berencana mengembangkan sistem drone berbasis cloud dan Internet of Things (IoT) agar mampu menjalankan misi jarak menengah hingga jauh secara terintegrasi. Prestasi ini menjadi pijakan awal FT UMM dalam memperkuat riset dan inovasi drone berbasis AI yang adaptif serta berdaya saing di tingkat nasional,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *