google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tito Karnavian: Kepala Daerah yang Tak Ikut Retret Akan Rugi Sendiri

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Magelang, iKoneksi.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa kepala daerah yang memilih tidak mengikuti Retret Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang akan merugi. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting sebagai masa orientasi kepemimpinan yang akan berlangsung selama lima tahun ke depan.

“Kalau yang enggak mengambil bagian, ya rugi sendiri nanti,” ujar Tito saat berada di Kompleks Akmil, Sabtu (22/2/2025).

Retret ini, kata Tito, bukan sekadar acara seremonial, melainkan wadah strategis bagi para kepala daerah untuk membangun komunikasi, mengenal satu sama lain, serta memperkuat sinergi demi menjalankan program kerja yang lebih efektif.

Retret Sebagai Sarana Pemersatu Kepala Daerah

Mantan Kapolri itu menjelaskan retret selama tujuh hari ini bertujuan mempererat hubungan antara gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh Indonesia. Ia bahkan meninjau langsung tenda-tenda tempat peserta bermalam bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

“Tadi saya datang dengan Pak Bima satu per satu ke tenda. Ada yang dari Jawa, dari Sragen kalau enggak salah. Ada juga yang dari Timur, dari Ambon. Mereka berkumpul, saling mengenal, dan itulah yang kita harapkan. Dengan begini, mereka bisa saling bantu dan bekerja sama,” ungkapnya.

Menurut Tito, kepala daerah yang tidak hadir dalam kegiatan ini akan kehilangan momentum untuk meningkatkan kapasitas diri. Padahal, lanjutnya, kepemimpinan yang solid sangat dibutuhkan untuk menjalankan roda pemerintahan secara sinkron dan sinergis.

“Retret ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan bangsa dan rakyat masing-masing,” tegasnya.

Pembekalan bagi Kepala Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Tito memberikan pembekalan kepada para kepala daerah yang hadir. Mereka, yang terdiri dari gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh Indonesia, mengenakan seragam Satpol PP sebagai bagian dari kegiatan orientasi. Beberapa materi yang disampaikan Tito meliputi kedisiplinan, pengelolaan APBD, kebersihan lingkungan, serta pengendalian inflasi. Ia menekankan bahwa seorang kepala daerah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus membangun kolaborasi dengan sesama pemimpin daerah.

“Gubernur tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan bupati dan wali kota. Begitu juga sebaliknya, bupati dan wali kota tidak bisa berjalan tanpa koordinasi dengan gubernur. Bahkan antar-bupati pun harus bersinergi,” jelasnya.

Ketidakhadiran Sejumlah Kepala Daerah Menjadi Sorotan

Meski diikuti banyak kepala daerah, ketidakhadiran sejumlah kepala daerah PDIP menjadi sorotan. Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kadernya untuk menunda keikutsertaan dalam retret ini. Hal ini diduga terkait dengan penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK.

Keputusan ini memicu berbagai spekulasi politik. Beberapa pihak menilai bahwa langkah PDIP sebagai bentuk protes politik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa kepala daerah PDIP seharusnya tetap mengikuti retret dengan menempatkan diri sebagai pejabat publik, bukan hanya petugas partai.

Retret dan Dinamika Politik

Retret kepala daerah di Akmil Magelang ini memang menjadi sorotan dalam dinamika politik nasional. Di satu sisi, pemerintah menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala daerah. Namun di sisi lain, manuver politik beberapa partai justru membuat keikutsertaan dalam retret ini menjadi sarana tarik-menarik kepentingan politik.

Kini, publik menunggu bagaimana kelanjutan dari sikap para kepala daerah yang belum hadir. Apakah mereka akan tetap mengikuti retret sesuai agenda, atau tetap berpegang pada instruksi partai? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa hari ke depan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *