google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tragedi Gantung Diri Gegerkan Warga Desa Temon Mojokerto

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Mojokerto, iKoneksi.com – Warga Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, digegerkan dengan penemuan tragis yang terjadi pada Sabtu petang (4/1/2025). Seorang pria berinisial S (59) ditemukan tewas gantung diri di ruang kamar tamu rumahnya. Peristiwa ini mengejutkan keluarga dan warga sekitar, yang hingga kini masih merasakan kesedihan mendalam.

Korban ditemukan oleh sang adik sekitar pukul 17.30 WIB, saat dia hendak menyalakan lampu rumah. Ketika membuka pintu, sang adik terkejut melihat tubuh S tergantung dengan leher terjerat tali tambang warna biru yang diikatkan pada blandar plafon rumah. Ketika ditemukan, korban sudah tidak bernyawa. Kejadian ini segera dilaporkan ke Kepala Desa (Kades) Temon dan pihak Polsek Trowulan untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Trowulan segera menuju lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kami dari Polsek Trowulan dibantu oleh pihak PMI untuk menurunkan korban dengan cara memotong tali tambang yang digunakan korban untuk menggantungkan dirinya,” ujar Kasi Humas Polres Mojokerto, AKP Tri Hidayati, yang turut memberikan keterangan terkait kejadian tersebut pada Minggu (5/1/2025).

Dugaan sementara, S mengakhiri hidupnya karena menderita sakit paru-paru yang sudah lama dideritanya dan tidak kunjung sembuh. Keluarga korban mengonfirmasi bahwa sang korban memang belakangan ini tengah berjuang melawan penyakit tersebut, yang diduga menjadi pemicu tindakan tragis ini.

“Dari hasil penyelidikan sementara, petugas mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Di antaranya adalah tali tambang warna biru dengan panjang 20 cm, tiga buah kursi merah yang diduga digunakan korban untuk menopang tubuhnya, dua buah spiker salon warna hitam, serta beberapa pakaian milik korban. Barang bukti tersebut akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian,” sebut Tri.

Tri mengungkapkan, keluarga korban, yang merasa kejadian ini merupakan takdir atau musibah dari Tuhan Yang Maha Esa, menyatakan tidak akan menuntut siapapun atau meminta dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Mereka menerima kejadian ini dengan lapang dada dan memutuskan untuk segera memakamkan jenazah S tanpa adanya proses otopsi lanjutan.

“Pihak keluarga menganggap ini adalah kehendak Tuhan dan musibah. Kami tidak ingin melanjutkan proses hukum dan tidak meminta dilakukan otopsi. Jenazah korban langsung kami makamkan,” jelas Tri menanggapi sikap keluarga korban.

Peristiwa gantung diri ini mengejutkan warga Desa Temon dan meninggalkan rasa duka yang mendalam, terutama bagi keluarga korban. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap kondisi kesehatan mental dan fisik, terutama bagi mereka yang tengah berjuang melawan penyakit kronis. Meskipun pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas, kejadian ini tetap menjadi pembicaraan di kalangan warga dan menarik perhatian banyak pihak yang turut merasakan keprihatinan atas musibah tersebut.

“Kasus gantung diri ini masih terus ditelusuri oleh pihak kepolisian untuk memastikan tidak ada faktor lain yang menjadi penyebabnya. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap gejala-gejala yang mungkin dialami oleh orang terdekat yang tengah menghadapi tekanan emosional atau kesehatan yang memburuk, dan untuk memberikan dukungan moral yang kuat,” pungkas Tri. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *