google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Transaksi QRIS Pematangsiantar Tembus Rp102,7 Miliar

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Transformasi digital dalam sektor keuangan terus menunjukkan geliatnya di Kota Pematangsiantar dan sekitarnya. Dalam kurun waktu dua bulan pertama tahun 2025, nominal transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar tercatat menembus angka fantastis Rp102,7 miliar.

Data tersebut bukan sekadar angka, melainkan cermin nyata adopsi teknologi pembayaran digital di kawasan ini terus mengalami peningkatan signifikan. Deputi Tim Komunikasi dan Relasi Media BI Pematangsiantar, Anto Yuliyanto, menjelaskan capaian ini merupakan hasil dari tren pertumbuhan yang terus terjaga sejak awal tahun.

Pertumbuhan Transaksi QRIS Tunjukkan Antusiasme Masyarakat

Berdasarkan catatan BI, pertumbuhan transaksi QRIS dari Januari hingga Februari 2025 mencapai 30,7 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara volume, total transaksi mencapai 792 ribu transaksi, tumbuh 69 persen (yoy).

“Jika dibandingkan dengan Januari–Februari 2024, tahun ini ada peningkatan jumlah transaksi yang konsisten, dengan pertumbuhan volume sebesar 69 persen dan nominal transaksi tumbuh 30,4 persen yoy. Secara keseluruhan, ada peningkatan jumlah transaksi sebesar 0,3 persen dari periode sebelumnya,” jelas Anto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh iKoneksi.com, Kamis (17/4/2025).

“Angka ini menjadi indikator masyarakat Pematangsiantar, Simalungun, dan wilayah yang masuk dalam area BI Pematangsiantar mulai terbiasa dan percaya menggunakan metode pembayaran digital yang lebih praktis dan efisien,” sambung Anton.

Strategi BI Dorong Akselerasi QRIS di SISIBATASLABUHAN

Anto juga mengungkapkan keberhasilan ini tidak lepas dari strategi sistematis yang dijalankan BI Pematangsiantar dalam mendorong akselerasi penggunaan QRIS di wilayah SISIBATASLABUHAN, yang meliputi Siantar, Simalungun, Batubara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu, Labura, dan Labusel.

Ada empat strategi utama yang diandalkan:

1. Penguatan infrastruktur jaringan – BI menggandeng pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas digital di seluruh pelosok wilayah.

2. Perluasan penggunaan QRIS berbasis inovasi pengalaman pengguna (user experience) – BI terus mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk terbiasa menggunakan QRIS melalui pendekatan langsung yang ramah dan mudah dipahami.

3. Kolaborasi lintas kegiatan dengan pemerintah daerah – BI aktif dalam berbagai event daerah seperti HUT Pematangsiantar, Pesta Tapai di Batubara, dan akan berlanjut dalam berbagai event lainnya untuk menjangkau masyarakat luas secara lebih efektif.

4. Sosialisasi berbasis Pentahelix Komunitas Edukasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan lima elemen penting: pemerintah, akademisi, komunitas hobi dan seni, UMKM, dan sektor perbankan.

“Strategi ini kami yakini bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dan mempercepat inklusi keuangan digital secara merata,” terang Anto.

Digitalisasi Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan

Melonjaknya angka transaksi QRIS menandakan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dalam dunia yang makin cepat dan dinamis, sistem pembayaran digital menjadi fondasi penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, terlebih di wilayah-wilayah non-metropolitan seperti Pematangsiantar dan SISIBATASLABUHAN.

“Kami berharap tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2025, dengan target adopsi QRIS yang makin meluas, bukan hanya di kota-kota besar tetapi hingga ke pelosok desa, pasar tradisional, hingga warung-warung kecil. Dengan strategi yang terukur, pendekatan inklusif, dan dukungan lintas elemen, bukan hal mustahil jika Pematangsiantar menjadi salah satu kota percontohan dalam suksesnya digitalisasi sistem pembayaran di Sumatera Utara. Kini masyarakat tinggal menunggu, sejauh mana perubahan ini akan membawa manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dalam peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” tutup Anton. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *