google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Truk Mundur Tabrak Keluarga, Balita Tewas di Tempat

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kota Malang kembali diguncang insiden memilukan. Sebuah truk yang tiba-tiba mundur di jalan menanjak menghantam satu keluarga yang sedang melintas menggunakan sepeda motor. Kejadian yang berlangsung hanya beberapa menit sebelum Salat Jumat ini sontak membuat warga di sekitar Jalan MT Haryono Gang XI panik dan berhamburan keluar rumah. Di antara jeritan, tangis, dan kepanikan, satu nyawa balita tak terselamatkan, sementara anggota keluarga lainnya mengalami luka berat.

Detik-detik Mencekam di Depan Rumah Saksi

Hendro, 50 tahun, warga yang tinggal di lokasi kejadian, menjadi saksi mata dari peristiwa tragis ini. Ia mengaku mendengar suara benturan keras dari arah depan rumahnya. Merasa ada yang tidak beres, ia berlari keluar dan mendapati pemandangan memilukan: seorang ibu tengah memeluk dua anaknya yang tertimpa sepeda motor.

“Saya langsung lari menolong. Anak yang paling kecil kondisinya mengenaskan, luka parah di kepala. Ternyata sudah meninggal,” tutur Hendro dengan nada bergetar.

Situasi berlangsung begitu cepat. Warga yang sedang bersiap untuk Salat Jumat berlarian, sebagian mencoba menolong korban, sementara yang lain mencoba menghentikan truk yang terus melaju mundur tanpa kendali.

Korban Terseret dan Terjepit di Bawah Truk

Menurut penuturan Riyanto, warga lainnya, truk tersebut mendadak mundur cukup jauh, bahkan sampai ke arah jembatan yang berada di ujung jalan. Salah satu perempuan dewasa yang diduga merupakan pengasuh anak-anak itu sempat terseret hingga sejauh 10 meter. Ia baru berhasil selamat setelah berguling keluar dari kolong truk, tepat sebelum kendaraan itu menghantam pagar rumah warga.

“Dari peristiwa tersebut, satu anak meninggal dunia di tempat akibat luka parah di bagian kepala. Satu anak lainnya mengalami luka berat, dan dua perempuan dewasa mengalami cedera serius, terutama di bagian kaki. Jeritan dan tangisan korban menyayat hati warga yang menyaksikan,” kata Riyanto.

Sopir Diduga Tak Kenal Medan, Andalkan Aplikasi Peta

Kanit Laka Lantas Polresta Malang Kota, Iptu M. Isrofi, menyampaikan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua titik lokasi yang terdampak, namun data lengkap korban masih dalam proses identifikasi.

“Masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, truk tersebut dikemudikan oleh sopir asal Sidoarjo. Sopir diduga tidak mengenal medan jalan dan hanya mengandalkan petunjuk dari aplikasi peta digital.

“Padahal, jalur yang dilewati sangat sempit dan memiliki tanjakan curam, yang sebenarnya tidak ideal untuk dilalui kendaraan besar seperti truk,” jelas Isrofi.

Pentingnya Kewaspadaan di Jalan Menanjak

Seluruh korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Sementara sopir truk telah diamankan pihak kepolisian untuk diperiksa dan dimintai keterangan.

“Insiden ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak, terutama pengemudi truk dan kendaraan besar lainnya, akan pentingnya memahami kondisi medan sebelum melintas. Jalan-jalan menanjak di wilayah padat penduduk, seperti di Kota Malang, bukan hanya rawan kecelakaan, tetapi juga menyangkut keselamatan nyawa warga. Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan meninggalkan trauma di hati para saksi. Semoga tragedi ini membuka mata semua pihak untuk lebih berhati-hati dan mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap rute-rute rawan di kawasan perkotaan,” pungkas Isrofi. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *