google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tudingan Wali Kota Gagal Dinilai Tak Berdasar, Aktivis GMNI Kota Binjai Angkat Suara

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Binjai, iKoneksi.com – Pernyataan kontroversial yang dilontarkan anggota DPRD Kota Binjai Fraksi Gerindra, Ronggur Raja Doli Simorangkir, terhadap Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, menuai kritik tajam. Ronggur menuding Amir Hamzah sebagai Wali Kota Gagal dan menghambat proses pelantikan Ketua DPRD Binjai periode 2024-2029 dari Partai Golkar. Pernyataan ini disampaikan Ronggur dalam sebuah media, yang kemudian memancing reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk aktivis mahasiswa.

Ronggur menuding proses pelantikan Ketua DPRD Binjai dari Partai Golkar, yang telah diumumkan dalam sidang paripurna November 2024, sengaja dihambat oleh Amir Hamzah. Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Binjai menjadi bukti kepemimpinan Amir Hamzah yang gagal.

Aktivis GMNI Kota Binjai: Tudingan Itu Tak Berbasis Fakta

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Binjai, Windi, menilai tudingan tersebut sebagai sikap tidak dewasa dalam berpolitik. Ia menegaskan pernyataan Ronggur terkesan tidak berdasar dan hanya bertujuan menjatuhkan citra Amir Hamzah sebagai wali kota.

“Apa yang dikatakan oleh beliau adalah sikap yang tidak dewasa dalam berpolitik. Menjatuhkan nama baik Wali Kota Binjai terpilih hanya karena kepala daerah yang diusung partainya kalah dalam Pilkada 2024 adalah tindakan yang tidak pantas,” ujar Windi, Sabtu (25/01/2025).

Menurut Windi, isu yang dilemparkan Ronggur, termasuk tudingan bahwa Amir Hamzah adalah Wali Kota Gagal, tidak didukung oleh fakta. Ia mempertanyakan dasar tudingan tersebut, mengingat Amir Hamzah berhasil memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya, Hasanul Jihadi, yang menunjukkan kepercayaan masyarakat atas kepemimpinan sebelumnya.

“Kalau memang Pak Amir gagal, kenapa beliau terpilih kembali? Coba saja buat survei kepuasan masyarakat, saya yakin hasilnya menunjukkan mayoritas warga Binjai puas dengan kepemimpinan beliau,” tegas Windi.

Sikap Politis yang Tidak Produktif

Windi menilai sikap Ronggur yang menciptakan narasi negatif terhadap Amir Hamzah hanya akan merusak hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif. Padahal, sinergi keduanya sangat dibutuhkan untuk membangun Kota Binjai.

“Sebagai anggota DPRD, seharusnya beliau fokus bekerja sama dengan eksekutif untuk membangun kota ini, bukan malah menciptakan konflik yang tidak jelas. Sikap seperti ini justru mengganggu jalannya pemerintahan,” sebut Windi.

Ia juga menyoroti upaya Ronggur yang terkesan mencampuri urusan internal Partai Golkar terkait pelantikan Ketua DPRD. Menurutnya, hal tersebut tidak relevan dengan tugas dan kewenangan anggota DPRD dari partai lain.

Seruan untuk Dewasa dalam Berpolitik

Di akhir pernyataannya, Windi mengajak semua pihak, terutama anggota DPRD, untuk bersikap lebih dewasa dalam berpolitik. Ia berharap tidak ada lagi framing negatif terhadap Wali Kota Binjai yang tidak didukung data dan fakta.

“Masyarakat Binjai sudah memberikan kepercayaannya kepada Pak Amir Hamzah. Jangan sampai sikap seperti ini mencederai kepercayaan masyarakat. Mari bersama-sama membangun Binjai agar lebih baik ke depannya,” tekan Windi.

Pernyataan Windi menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara eksekutif dan legislatif adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah.

“Kritik memang diperlukan, tetapi harus disampaikan dengan cara yang konstruktif dan berbasis fakta,” tutup Windi. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *