google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UB Ajukan UNESCO Chair Ekohidrologi Pesisir, Bidik Peran Global

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com — Universitas Brawijaya (UB) memperkuat langkah menuju pengakuan internasional di bidang riset air dan wilayah pesisir dengan mengajukan UNESCO Chair on Integrated Ecohydrology and Water Security in Coastal Areas. Inisiatif ini ditandai melalui audiensi strategis bersama Komite Pelaksana Intergovernmental Hydrological Programme (IHP) Indonesia Focal Point for UNESCO di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Audiensi tersebut menjadi pintu awal bagi UB untuk memperoleh arahan dan dukungan resmi atas pengajuan UNESCO Chair yang menitikberatkan pada penguatan riset, inovasi, dan kebijakan keamanan air berbasis ekohidrologi di kawasan pesisir. Pengajuan ini diinisiasi Pusat Studi Pesisir dan Kelautan (PSPK) UB, salah satu pusat unggulan universitas dalam kajian pesisir dan kelautan.

Tim UB dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi, Prof. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc. Dalam pertemuan tersebut, UB memaparkan kesiapan institusional, kapasitas sumber daya manusia, serta rekam jejak riset pesisir yang selama ini dikembangkan secara berkelanjutan dan lintas disiplin.

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB sekaligus penanggung jawab pengajuan UNESCO Chair, Aulia Rahmawati, S.P., M.Sc., menjelaskan pengajuan ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas. Menurutnya, PSPK UB menjadi tulang punggung pengembangan keilmuan pesisir dan kelautan di UB.

“UNESCO Chair yang kami ajukan adalah UNESCO Chair on Integrated Ecohydrology and Water Security in Coastal Areas. Chair ini berangkat dari kekuatan riset PSPK UB dalam mitigasi bencana pesisir, inovasi akuakultur, serta ekologi laut,” kata Aulia.

Ia menegaskan, dukungan UB tidak berhenti pada aspek administratif semata. Universitas, kata dia, telah menyiapkan penguatan nyata terhadap ekosistem riset yang menjadi fondasi pengajuan UNESCO Chair tersebut.

“Dukungan UB diwujudkan melalui pemenuhan SDM, fasilitas penelitian, penguatan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, hingga hilirisasi hasil riset agar berdampak langsung,” tuturnya.

Audiensi ini disambut oleh Direktur Eksekutif Komite Pelaksana IHP Indonesia, Prof. Dr. Ir. Edvin Aldrian, B.Eng., M.Sc., bersama Sekretaris Eksekutif IHP Indonesia, Dr. Sepiani Putiamini, S.Si., M.Si. Keduanya mengapresiasi langkah UB dan menilai fokus pengajuan UNESCO Chair sejalan dengan mandat strategis IHP UNESCO.

Aulia menjelaskan, Intergovernmental Hydrological Programme (IHP) merupakan program antar-pemerintah UNESCO di bidang sumber daya air yang telah berjalan sejak 1975. Program ini kini mengusung pendekatan transdisipliner dengan mengintegrasikan sains alam, sosial, rekayasa, kebijakan, hingga partisipasi masyarakat.

“Secara tematik, pengajuan UNESCO Chair UB sangat linear dengan prioritas IHP, khususnya pada kajian Coastal Hydrology. Bidang ini bahkan belum memiliki UNESCO Chair di tingkat global,” jelasnya.

Ia menyebut, apabila UB ditetapkan sebagai UNESCO Chair, universitas berpotensi menjadi perguruan tinggi pertama di dunia yang secara khusus mengembangkan kajian hidrologi pesisir di bawah payung UNESCO.

“Peran UB tidak hanya menjawab persoalan lokal, tetapi juga berkontribusi pada isu-isu global wilayah pesisir. Salah satu inovasi yang diusung adalah pengembangan tambak garam berkelanjutan oleh PSPK UB,” ucapnya.

Lebih lanjut, Aulia menyampaikan bahwa penetapan sebagai UNESCO Chair akan diikuti dengan pelaksanaan rencana kerja (work plan) selama empat tahun serta kewajiban penyampaian laporan tahunan kepada UNESCO Headquarters di Paris.

“Work plan UB mencakup capacity building untuk meningkatkan ketahanan petambak garam dan masyarakat pesisir, knowledge sharing melalui peran aktif Indonesia di forum IHP Asia Pasifik, serta policy impact lewat penyusunan policy brief berbasis sains untuk perencanaan pesisir nasional,” terangnya.

“Melalui langkah ini, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat kontribusi akademik pada isu strategis sumber daya air dan wilayah pesisir, sekaligus memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi dengan daya saing global,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *