Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

UB Buka Crisis Center, Verifikasi Bantuan Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Brawijaya (UB) membuka Crisis Center khusus untuk melakukan proses verifikasi bantuan bagi mahasiswa terdampak bencana di Pulau Sumatera. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh mahasiswa yang terdampak memperoleh bantuan secara tepat sasaran, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Crisis Center tersebut dikelola oleh Direktorat Kemahasiswaan UB dan mulai melakukan pendataan serta verifikasi sejak laporan bencana dan dampaknya terhadap mahasiswa diterima kampus. Proses verifikasi meliputi pencocokan identitas, kondisi terdampak, hingga kebutuhan mendesak yang diajukan mahasiswa.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., turun langsung ke lokasi untuk mengawasi jalannya proses verifikasi dan pengecekan dokumen mahasiswa terdampak.

“Verifikasi ini menjadi langkah krusial sebelum bantuan disalurkan. Kami ingin memastikan tidak ada mahasiswa terdampak yang terlewat, dan bantuan benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan,” kata Setiawan kepada iKoneksi.com saat ditemui di sela proses pendataan.

Ia menjelaskan, UB bergerak cepat setelah Crisis Center menerima laporan mahasiswa yang terdampak banjir dan bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.

“Hasil pendataan awal menunjukkan sebagian mahasiswa menghadapi kendala serius, mulai dari kesulitan ekonomi, terputusnya akses komunikasi dengan keluarga, hingga kehilangan tempat tinggal sementara akibat banjir,” sebutnya.

Menurut Setiawan, bantuan yang disiapkan UB tidak terbatas pada dukungan finansial. Kampus juga menyiapkan pendampingan psikologis, bantuan kebutuhan harian, serta dukungan akademik agar mahasiswa tidak tertinggal dalam proses perkuliahan.

“Kami tidak ingin mahasiswa terhambat pendidikannya karena bencana. Kehadiran UB adalah bentuk tanggung jawab institusi untuk memastikan mahasiswa tetap aman dan bisa melanjutkan studi dengan baik,” katanya.

Setiawan menambahkan, verifikasi yang dilakukan merupakan bagian dari rangkaian penanganan bencana yang telah disiapkan UB. Setelah proses verifikasi rampung, pihak kampus akan segera menggelar rapat tindak lanjut untuk menentukan jenis bantuan, besaran, serta waktu penyalurannya.

“Kami akan segera mengambil keputusan agar bantuan bisa cepat disalurkan. Target kami, mahasiswa bisa kembali stabil dan fokus pada aktivitas akademik,” ujarnya.

UB juga memastikan pemantauan terhadap kondisi mahasiswa terdampak tidak berhenti setelah bantuan disalurkan. Kampus berkomitmen untuk terus mendampingi hingga mahasiswa benar-benar pulih dari dampak bencana.

“Kami tidak hanya hadir sesaat. Keselamatan, kenyamanan, dan keberlangsungan studi mahasiswa adalah prioritas kami,” tegas Setiawan.

Hingga sore hari, proses verifikasi masih berlangsung dengan melibatkan petugas Direktorat Kemahasiswaan UB. Kampus menargetkan seluruh pendataan dapat diselesaikan dalam waktu singkat agar penyaluran bantuan dapat segera dilakukan secara resmi.

Dukungan terhadap mekanisme Crisis Center UB juga datang dari Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB). Sekretaris Menteri Koordinator Pelayanan EM UB, Yusuf Hafidzun Alim, menyatakan pihaknya mendukung penuh proses verifikasi yang diterapkan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan pihak kampus agar setiap kebutuhan mahasiswa terdampak dapat teridentifikasi dengan akurat.

“Kami memastikan proses verifikasi berjalan transparan dan sesuai regulasi kampus. Kolaborasi ini penting agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” kata Yusuf.

Dalam pelaksanaannya, Crisis Center UB menerapkan mekanisme wawancara langsung dan verifikasi dokumen.

“Dari hasil pendataan sementara, sejumlah mahasiswa tercatat membutuhkan bantuan mendesak, terutama akomodasi sementara dan bantuan logistik akibat rumah terendam banjir dan akses transportasi terputus,” terang Yusuf.

Salah satu mahasiswa, Deu Gulton dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB, mengapresiasi langkah cepat kampus dalam merespons bencana yang berdampak pada mahasiswa asal Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Menurutnya, bantuan dari UB sangat berarti di tengah kondisi sulit yang dialami mahasiswa dan keluarganya.

“Banjir yang terjadi sangat besar, bahkan ada rumah yang tertutup lumpur. Banyak teman kami kesulitan dana karena akses jalan dan komunikasi terputus, sehingga belum bisa menerima kiriman bulanan dari keluarga,” ujar Deu.

Ia menambahkan, bantuan dana dan perhatian dari UB menjadi penopang penting bagi mahasiswa untuk tetap bertahan dan melanjutkan perkuliahan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Brawijaya. Bantuan ini sangat membantu kami. Untuk teman-teman yang terdampak banjir, tetap kuat dan semangat,” tuturnya.

“Dengan pembukaan Crisis Center ini, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan dalam melindungi dan membantu mahasiswa pada situasi darurat, sekaligus memperkuat sistem respons cepat kampus terhadap bencana yang berdampak langsung pada kesejahteraan mahasiswa,” tukasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *