google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UB Salurkan Beasiswa Dana Abadi Pertama ke 50 Mahasiswa

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Universitas Brawijaya (UB) resmi menyalurkan Beasiswa Dana Abadi kepada 50 mahasiswa terpilih. Penyaluran ini menjadi tonggak sejarah baru karena merupakan kali pertama dana abadi UB disalurkan sejak dibentuk, setelah melalui proses seleksi ketat tahun akademik 2024/2025.

Simbolis di Tengah PKKMB

Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar di Gedung Samantha Krida, Selasa (12/8/2025). Momen itu menjadi perhatian banyak pihak, karena bertepatan dengan agenda penyambutan mahasiswa baru sekaligus menegaskan komitmen UB mendukung mahasiswa berprestasi dari keluarga menengah ke bawah.

“Beasiswa ini diharapkan bisa membantu mahasiswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pendidikannya,” ujar Ketua Tim Pengelola Dana Abadi UB, Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU yang akrab disapa Sony.

Subsidi Hingga Delapan Semester

Beasiswa yang diberikan berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp3,5 juta per semester, berlaku hingga semester delapan. Artinya, jika mahasiswa lolos seleksi, mereka berhak menerima keringanan biaya pendidikan selama empat tahun masa kuliah.

Meski saat ini masih terbatas untuk biaya UKT, Sony mengungkapkan ada peluang skema bantuan diperluas ke biaya hidup.

“Kami tengah mengkaji kemungkinan penambahan komponen bantuan biaya hidup di masa mendatang,” jelasnya kepada iKoneksi.com saat ditemui seusai kegiatan, Selasa (12/8/2025).

Sumber Dana Abadi UB

Dana Abadi UB berasal dari sumbangan alumni, sivitas akademika, masyarakat umum, organisasi, serta mitra dalam dan luar negeri. Dana pokok yang terkumpul ditempatkan pada instrumen investasi, seperti deposito dan obligasi. Dengan mekanisme ini, pokok dana tidak terpakai, sementara hasil pengelolaannya disalurkan secara berkelanjutan.

“Konsepnya, dana pokok bersifat tetap dan tidak berkurang. Yang disalurkan adalah hasil pengelolaannya. Jadi manfaatnya akan terus mengalir untuk generasi mahasiswa masa depan,” kata Sony.

Sejalan dengan usia UB yang kini menginjak 62 tahun, jumlah penerima beasiswa juga akan bertambah menjadi 62 mahasiswa pada periode berikutnya.

Mekanisme Seleksi

Seleksi dilakukan melalui Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa). Direktur Ditmawa, Dr. Sujarwo, S.P., M.P, menjelaskan mekanismenya dimulai dari pengumuman di Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM). Mahasiswa yang memenuhi syarat dapat mendaftar langsung melalui akun masing-masing.

“Tim di bawah Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa menyeleksi usulan tersebut, lalu ditetapkan oleh Tim Pengelola Dana Abadi sesuai kuota dan kriteria yang berlaku,” ucap Sujarwo.

Syarat utama penerima antara lain belum menerima bantuan pendidikan lain, IPK minimal 3,00, penghasilan orang tua di bawah Rp4 juta, serta memiliki prestasi dan aktif di organisasi kampus. Keputusan akhir dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Rektor.

“Dana beasiswa disalurkan melalui mekanisme pembayaran UKT. Jika bantuan Rp3,5 juta lebih besar daripada UKT mahasiswa, maka selisihnya dikembalikan ke rekening penerima,” tutur Sujarwo.

Cerita Penerima Beasiswa

Kebijakan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa penerima. Ibadurrohman, mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian semester tujuh, mengaku beasiswa meringankan beban ekonomi.

“Sebelumnya saya sering khawatir uang bulanan tidak cukup. Bahkan sempat berjualan martabak dan item game untuk tambahan. Dengan beasiswa ini, beban berkurang dan bisa menabung,” ujarnya.

Pengalaman serupa juga dialami Adelia Puspitasari, mahasiswa Teknik Bioproses Fakultas Teknologi Pertanian. Ia menjadi salah satu penerima di gelombang pertama.

“Prosesnya tidak rumit, karena seleksi langsung dilakukan pihak kampus. Bantuan Rp3,5 juta untuk UKT benar-benar membantu sejak awal kuliah,” jelasnya.

Keberlanjutan dan Dampak Lebih Luas

Tak hanya membantu mahasiswa, Sujarwo mengungkapkan Dana Abadi UB juga diarahkan untuk mendukung riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Pemanfaatannya dirancang dengan prinsip keberlanjutan, seperti riset berbasis SDGs, inovasi hijau, teknologi tepat guna, hingga pemberdayaan masyarakat.

Artinya, dikatakan Sujarwo beasiswa ini bukan hanya mengurangi beban biaya kuliah, tetapi juga menjadi instrumen strategis UB untuk memperkuat reputasi dan daya saing global.

“Dengan langkah ini, UB menegaskan diri bukan sekadar kampus pencetak sarjana, tetapi juga penggerak perubahan sosial. Beasiswa Dana Abadi diharapkan menjadi pijakan penting untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberi dampak luas bagi bangsa,” tukas Sujarwo. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *