google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UB Siapkan Fasilitas Khusus Difabel di UTBK 2025

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjunjung tinggi prinsip inklusivitas pendidikan. Tahun ini, sebanyak 16 peserta difabel dipastikan akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di kampus tersebut, yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April hingga 3 Mei 2025. Pelaksanaan ujian akan dipusatkan di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB, dengan berbagai fasilitas pendukung yang telah disiapkan secara matang.

Satu Ruangan Khusus Difabel, Siap Dukung Semua Kebutuhan

Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Arif Hidayat, S.Kom., M.M., menuturkan UB menjadi salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai lokasi UTBK ramah difabel oleh panitia nasional. Karena itu, persiapan dilakukan dengan serius, termasuk menyediakan ruangan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan para peserta difabel.

“Kami menyiapkan satu ruangan di Lab 1 FISIP UB yang telah kami pastikan aksesibilitasnya. Terdapat tiga kategori peserta difabel yang akan mengikuti UTBK di UB, yaitu penyandang disabilitas daksa, disabilitas rungu, dan disabilitas netra,” tutur Arif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan peserta disabilitas netra akan mengikuti ujian pada sesi ketiga karena memerlukan perangkat khusus seperti screen reader.

“Sementara itu, peserta disabilitas rungu dan daksa dijadwalkan tersebar di beberapa sesi karena tidak memerlukan perangkat khusus, namun tetap membutuhkan akses yang ramah difabel,” terang Arif.

Pendampingan Profesional dari Tim Khusus

Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan seluruh peserta, UB juga mengerahkan tim pengawas dan pendamping dari Subdirektorat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (SLDPI).

“Tim ini terdiri dari tenaga profesional yang telah berpengalaman dalam mendampingi mahasiswa difabel di lingkungan kampus,” jelas Arif.

Ketua SLDPI UB, Zubaidah Ningsih AS., Ph.D., mengungkapkan pendampingan tidak bersifat akademik, melainkan teknis.

“Kami melakukan pemetaan terlebih dahulu untuk memahami kebutuhan setiap peserta. Untuk disabilitas netra misalnya, kami klasifikasikan antara low vision dan netra total. Mereka yang low vision akan dibantu pengaturan tampilan komputer, seperti ukuran font yang diperbesar atau latar belakang kontras tinggi. Sementara peserta dengan netra total akan didampingi untuk memastikan konten ujian dapat terbaca oleh screen reader,” paparnya.

Untuk penyandang disabilitas daksa, pendamping akan membantu mobilitas menuju lokasi ujian, serta dukungan teknis seperti penyesuaian posisi duduk atau penggunaan keyboard jika diperlukan.

“Sedangkan untuk peserta disabilitas rungu, yang umumnya mampu mengerjakan soal secara mandiri, mereka tetap dibantu dalam hal menerima aba-aba dari pengawas atau notifikasi waktu ujian,” jelas Zubaidah.

Tidak Ada Intervensi, Peserta Tetap Mandiri

Zubaidah menegaskan seluruh pendamping hanya bertugas membantu secara teknis tanpa ada intervensi dalam proses pengerjaan soal.

“Calon mahasiswa tetap mandiri dalam menjawab soal. Kami hanya membantu memastikan proses teknis berjalan lancar agar mereka bisa fokus pada ujian,” tegasnya.

Bukti Nyata Pendidikan Inklusif di UB

Menurutnya langkah UB ini tidak hanya menjadi bukti kesiapan teknis dalam menggelar UTBK, tapi juga menjadi representasi nyata dari pendidikan yang menjunjung tinggi kesetaraan. Dengan berbagai fasilitas dan perhatian khusus ini, UB ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun calon mahasiswa yang tertinggal dalam mendapatkan kesempatan meraih pendidikan tinggi, apa pun latar belakang dan kondisinya.

“UTBK 2025 bukan sekadar ajang seleksi masuk perguruan tinggi, melainkan juga momentum bagi kampus-kampus seperti UB untuk menegaskan posisi mereka sebagai pelopor inklusivitas dan humanisme dalam dunia pendidikan Indonesia,” pungkas Zubaidah (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *