google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UIN Maliki Malang turut Mensuport Program Ekoteologi Kemenag Dengan Menggandeng Yayasan Alamku Hijau

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kali ini, kampus yang berlokasi di kawasan Junrejo, Kota Batu itu resmi menjalin kolaborasi dengan Yayasan Kesadaran Alamku Hijau dalam bentuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Acara digelar penuh semangat pada Rabu, (23/7/2025), di Kampus 3 UIN Maliki Malang, yang sejak tahun 2018 telah ditetapkan sebagai hutan kota oleh Wali Kota Batu.

Kolaborasi Strategis Demi Kelestarian

PKS ini tidak hanya menjadi simbol komitmen antar-lembaga, namun juga menjadi wujud sinergi nyata antara akademisi dan masyarakat sipil dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh para perwakilan dari UIN Maliki dan Yayasan Kesadaran Alamku Hijau, menandai awal kolaborasi jangka panjang untuk pengelolaan lingkungan kampus yang lebih ramah alam.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag., menegaskan kerja sama ini bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari visi besar kampus dalam membangun ekosistem hijau yang berdaya guna.

“Ketika kita membangun gedung, maka wajib juga menanam pohon. Kami meyakini pembangunan harus sejalan dengan konservasi,” tegasnya.

Komitmen dari Dua Arah

Sementara itu, Ketua Yayasan Kesadaran Alamku Hijau, Fitri Harianto alias Cak Ndan, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan dan komitmen UIN Maliki. Menurutnya, langkah ini membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan bisa digerakkan tanpa motif profit.

“Kami bergerak dari semangat pengabdian, bukan keuntungan,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kawasan konservasi air, terutama karena di lokasi tersebut terdapat dua mata air utama, Kokopan dan Kemaduan, yang selama ini menjadi sumber kehidupan ribuan keluarga di Batu dan sebagian Kabupaten Malang.

Empat Pilar Pengembangan RTH

Kepala Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Malang, Dr. H. Su’ud Fuadi, M.HI., M.EI., menambahkan bahwa kerja sama ini ditopang oleh empat pilar penting: ekologi, edukasi, ekonomi, dan sosial.

“RTH ini bisa menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa, terutama jurusan teknik lingkungan, sekaligus menjadi sumber ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.

Dengan total lahan seluas 20 hektar yang dikelola bertahap, pihak kampus juga menjalin koordinasi aktif dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu terkait masterplan dan pengelolaan jangka panjang.

Harapan Jadi Model Nasional

Penandatanganan PKS ini diyakini Cak Ndan akan menjadi tonggak penting dalam pengelolaan RTH di kawasan kampus secara nasional. UIN Maliki dan Yayasan Kesadaran Alamku Hijau telah memberikan contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi bisa menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan. Kolaborasi ini bukan hanya menjaga pohon dan mata air, tapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis generasi muda serta memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

“Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, kawasan Kampus 3 UIN Maliki Malang diharapkan berkembang sebagai model hutan kota berkelanjutan yang menyatukan ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan kepedulian terhadap bumi,” tandas Cak Ndan. (4/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *