google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UM dan UTM Kolaborasi Eduwisata Dukung SDGs Global

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan dan pariwisata kembali ditunjukkan Universitas Negeri Malang (UM). Pada 27 Agustus hingga 3 September 2025, Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Sosial UM menjalin kerja sama strategis dengan Program Studi Arsitektur Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melalui kegiatan bertajuk Outreach Summercamp Program.

Kerja sama ini tidak sekadar pertukaran pengalaman akademik, melainkan juga bagian dari upaya bersama mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4 mengenai pendidikan berkualitas dan inklusif. Dengan mempertemukan mahasiswa dari dua negara, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan global terkait isu budaya, pariwisata, hingga tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Menyusuri Lokasi Wisata dan Eduwisata Kampus

Kegiatan Outreach Summercamp berlangsung di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan wisata populer Gunung Bromo, Kampung Warna-Warni Jodipan, CMC Tiga Warna, hingga situs budaya Ngawonggo. Selain itu, agenda penting juga dilakukan di lingkungan kampus UM sendiri melalui program Eduwisata Kampus.

Dalam eduwisata tersebut, mahasiswa Arsitektur UTM diajak melihat langsung implementasi green infrastructure yang diterapkan UM, antara lain pengelolaan sampah terpadu (TPST) Edukasi, program konservasi energi di Gedung A19 dan A20, pengolahan air, hingga pengembangan ruang terbuka hijau. Semua inisiatif tersebut merupakan bagian dari program Green Campus yang selama ini dijalankan UM untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

Diskusi interaktif antara mahasiswa UM dan UTM juga menjadi agenda utama. Mereka saling bertukar gagasan tentang bagaimana strategi pengelolaan lingkungan kampus dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Apresiasi dari Pihak UTM

Rombongan dari UTM terdiri dari 34 mahasiswa dan empat dosen, yakni Dr. Iziq Eafifi Ismail, Dr. AW Siew Bee, Dr. Koh Cheng Chee, serta Dr. Adila Zakaria. Koordinator Program Studi Arsitektur UTM, Dr. Iziq, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan UM.

“Kegiatan ini sangat berharga dalam membangun generasi muda yang peduli pada masa depan. Kerja sama seperti ini perlu terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan salah satu mahasiswa UTM, Syireen Imillea Binti Sazman. Ia mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa, bukan hanya mengenal lokasi wisata di Malang Raya, tetapi juga belajar tentang budaya masyarakat setempat.

“Pengalaman ini akan selalu saya ingat dalam waktu yang lama,” katanya penuh kesan.

UM Dorong Fakultas Berorientasi Global

Dekan Fakultas Ilmu Sosial UM, Dr. Ari Sapto, M.Hum, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat relevan dengan arah pengembangan fakultas. Dalam dua tahun terakhir, FIS UM memang mendorong dosen dan mahasiswa untuk semakin terbuka terhadap dinamika global dengan menjalin kerja sama pendidikan, penelitian, hingga publikasi internasional.

“Kami ingin Fakultas Ilmu Sosial UM semakin berorientasi global. Melalui kerja sama dengan UTM ini, mahasiswa memiliki kesempatan langsung untuk belajar lintas budaya dan melihat praktik terbaik di bidang pembangunan berkelanjutan,” jelas Ari Sapto.

Suara Mahasiswa UM

Bagi mahasiswa Prodi Pariwisata UM, kerja sama ini memberikan pengalaman langsung yang tak ternilai. Vianka, salah satu peserta, mengaku sangat berkesan karena dapat terlibat dalam proses manajemen perjalanan wisata. Ia bersama tim memastikan seluruh peserta tidak tertinggal dari satu lokasi ke lokasi lainnya, sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan rombongan.

“Sebagai mahasiswa pariwisata, ini kesempatan belajar nyata. Kami juga bisa memperkenalkan destinasi unggulan Malang Raya, mulai dari keindahan Bromo, CMC Tiga Warna, Kampung Warna-Warni, hingga situs budaya Ngawonggo. Yang tak kalah penting, kami berlatih komunikasi dengan mahasiswa luar negeri,” kata Vianka.

Menatap Kolaborasi Masa Depan

Kegiatan Outreach Summercamp antara UM dan UTM ini diharapkan Ari menjadi pintu pembuka bagi kerja sama lebih luas di masa depan. Bukan hanya dalam konteks pariwisata dan arsitektur, tetapi juga pada bidang-bidang strategis lain yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan.

“Semangat lintas negara ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak lagi mengenal batas geografis. UM dan UTM tengah menanam benih kolaborasi yang bukan hanya memperkuat ikatan akademik, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda dalam menjaga lingkungan dan budaya,” tandasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *