google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UMKM Centre Malang Jadi Inkubator Baru Penggerak Ekonomi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan UMKM Centre di Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang, Sabtu (23/8/2025).

Pusat UMKM ini merupakan hasil kolaborasi Asosiasi UMKM Nusantara Rakyat Sejahtera (AMNARA) Building, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, serta dukungan dari Rindam V Brawijaya. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang inkubasi bagi UMKM lokal agar mampu berkembang lebih cepat, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Acara peresmian ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Malang, Sekretaris Daerah, jajaran kepala perangkat daerah, Komandan Dodik Belanegara, serta perwakilan Komandan Rindam V Brawijaya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini sekaligus menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya membangun ekosistem UMKM yang lebih kokoh.

UMKM Tangguh Saat Pandemi

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menekankan UMKM di Kota Malang memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia mencontohkan bagaimana sektor ini mampu bertahan bahkan tetap bergerak saat pandemi COVID-19 mengguncang berbagai sendi kehidupan.

“Kota Malang punya potensi besar lewat UMKM. Eksistensi mereka sudah terbukti ketika pandemi lalu, mereka tetap survive dan memberi kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Wahyu.

Karena itu, lanjutnya, pembangunan UMKM Centre ini bukan sekadar simbol, melainkan langkah konkret dalam menghadirkan wadah yang bisa mendukung pelaku usaha kecil menengah dari hulu hingga hilir.

Kolaborasi Jadi Kunci

Wahyu mengapresiasi penuh gagasan AMNARA Building yang menginisiasi pembangunan UMKM Centre. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, asosiasi, hingga TNI, menjadi bukti kuat bahwa upaya membangun ekonomi kerakyatan memang membutuhkan dukungan kolektif.

“UMKM Centre ini strategis karena berdiri di pusat kota. Harapannya bisa memberi dampak positif terhadap perkembangan UMKM, terutama dalam hal pembiayaan dan pemasaran, yang selama ini sering jadi kendala utama pelaku usaha,” tegasnya.

Target 10 Persen UMKM Lokal

Lebih jauh, Wahyu menargetkan sedikitnya 10 persen dari UMKM Kota Malang dapat berpartisipasi aktif di UMKM Centre. Dengan angka ini, ia yakin perputaran ekonomi di Kota Malang bisa semakin meningkat secara signifikan.

“Kami sudah menginventarisasi masalah yang kerap dihadapi pelaku UMKM, salah satunya soal permodalan. Syukur Alhamdulillah, hadir juga Bank Jatim yang siap memberikan fasilitas pembiayaan. Ini bukti kolaborasi nyata yang akan semakin menguatkan UMKM kita,” sebutnya.

Inkubator Bisnis Masa Depan

UMKM Centre nantinya diharapkan bukan hanya sekadar ruang pamer produk, tetapi juga pusat inkubasi bisnis yang dapat memberikan pembinaan, pendampingan, hingga akses pasar yang lebih luas. Kehadiran lembaga keuangan seperti Bank Jatim semakin memperkokoh fondasi dukungan, sehingga UMKM tidak lagi kesulitan menghadapi hambatan klasik seperti modal dan distribusi.

Wahyu menegaskan, keberadaan pusat ini akan menjadi model pemberdayaan UMKM yang bisa direplikasi di daerah lain. Dengan kombinasi edukasi, pembiayaan, serta pemasaran terintegrasi, UMKM Kota Malang diyakini mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga regional dan nasional.

“Dengan adanya UMKM Centre ini, kita berharap pelaku usaha kecil menengah bisa naik kelas, bukan hanya bertahan, tapi berkembang menjadi penggerak utama perekonomian Kota Malang,” pungkas Wahyu. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *