google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UMM Lepas Mahasiswa untuk KKM Berdampak, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Lingkungan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memberangkatkan ribuan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak. Sebanyak 3.108 mahasiswa dari berbagai program studi dilepas untuk terjun langsung ke tengah masyarakat di 18 kabupaten/kota yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

KKN Berdampak yang digagas UMM kali ini mengusung tema besar ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Program ini merupakan kelanjutan dari program Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek yang bertujuan memperkuat peran kampus dalam menjawab persoalan-persoalan nyata di masyarakat.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa program KKN Berdampak dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial dan kemampuan akademik dalam konteks nyata di masyarakat.

“Inti dari KKN Berdampak tetap sama: bagaimana mahasiswa belajar langsung dari masyarakat, memahami persoalan di lapangan, serta menjadi agen perubahan. Namun kali ini, kita fokuskan pada isu ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan yang relevan dengan tantangan bangsa saat ini,” kata Prof. Nazaruddin dalam sesi pelepasan.

Mahasiswa Jadi Pelopor Kesadaran Pangan dan Lingkungan

Melalui KKN ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program yang bersifat simbolik seperti mengecat atau memasang papan nama, melainkan benar-benar berinteraksi aktif dengan masyarakat dan mengedukasi warga dengan pendekatan yang sesuai keilmuan masing-masing.

“Kita ingin mahasiswa tidak sekadar hadir di desa, tapi juga menjadi pelopor agar masyarakat peduli terhadap isu-isu strategis seperti ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Ini bukan hanya tugas akademik, tetapi juga tugas kemanusiaan,” tegasnya.

Program ini juga melibatkan kerja sama lintas kementerian, salah satunya dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Mahasiswa akan membantu pemetaan lahan-lahan publik seperti masjid dan sekolah agar memiliki kepastian hukum dan bisa dikelola secara produktif.

“Mahasiswa akan menjadi penghubung antara warga dengan petugas ATR/BPN untuk mengidentifikasi status lahan publik, termasuk apakah tanah tersebut berstatus wakaf produktif atau tidak,” jelasnya.

Tidak Sekadar Turun ke Lapangan, Tapi Juga Membawa Perubahan

Durasi KKN ini direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh. Dalam periode tersebut, mahasiswa akan melakukan berbagai kegiatan tematik, termasuk penanaman pohon yang diperkenalkan sebagai langkah awal konservasi dan penghijauan. Meskipun jumlah pohon yang ditanam tidak sebanding dengan jumlah peserta, namun yang terpenting adalah edukasi mengenai jenis pohon yang berguna untuk pelestarian dan ketahanan pangan.

KKN Berdampak ini juga disebut sebagai bentuk modifikasi dari program serupa seperti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), namun dengan fokus yang lebih spesifik sesuai kebutuhan masyarakat dan konteks zaman.

“KKN kita arahkan agar terus berkembang. Bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi menjadi program nyata yang terasa dampaknya, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” terang Nazaruddin.

Sebagai penutup, ia menitipkan pesan sederhana namun penting kepada seluruh peserta: menjaga disiplin, tertib dalam berperilaku, dan menjadikan pengalaman KKN sebagai proses belajar yang berharga.

“Keintelektualan kampus itu bukan terlihat dari gedung-gedung megahnya, tapi dari seberapa dekat mahasiswa dengan persoalan masyarakat dan bagaimana mereka memberikan solusi,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *