google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Universitas Negeri Malang Kukuhkan Lima Guru Besar Baru

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Negeri Malang (UM) kembali merayakan pencapaian akademik yang gemilang dengan mengukuhkan lima profesor baru pada Kamis (17/4/2025). Pengukuhan ini menandai tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan riset. Kelima guru besar yang diresmikan adalah Prof. Anik Nunuk Wulyani, Prof. Syamsul Hadi, Prof. Parlan, Prof. Apif Miptahul Hajji, dan Prof. Agus Timan, yang masing-masing memiliki sumbangsih luar biasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Prof. Anik Nunuk Wulyani: Menjaga Profesionalisme di Era AI

Salah satu yang menarik perhatian adalah pidato ilmiah Prof. Anik Nunuk Wulyani yang mengangkat topik penting mengenai dampak kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengajaran bahasa Inggris. Prof. Anik, dengan latar belakang pendidikan bahasa Inggris, menekankan pentingnya profesionalisme guru di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Dalam penelitiannya yang berjudul Menjelajah Kata, Merangkai Makna: Saujana Membaca di Era AI dan Profesionalisme Guru, ia menyatakan bahwa meskipun AI dapat mempermudah proses belajar, ada bahaya jika siswa terlalu bergantung pada teknologi. Salah satunya adalah stagnasi kemampuan literasi mereka. Untuk itu, Prof. Anik mengajak para pendidik untuk terus mengembangkan diri melalui professional development dan memotivasi siswa dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis pada extensive reading.

Prof. Syamsul Hadi: Meningkatkan Adaptabilitas Pendidikan Vokasi

Lain halnya dengan Prof. Syamsul Hadi yang berbicara mengenai pendidikan vokasi, yang merupakan bidang keahliannya. Menurutnya, pendidikan vokasi harus lebih dari sekadar memberikan keterampilan teknis. Prof. Syamsul menyoroti pentingnya paradigma baru yang memungkinkan lulusan vokasi tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia mengungkapkan bahwa meskipun lulusan vokasi memiliki keunggulan dalam hal penerimaan kerja dan gaji awal yang tinggi, mereka sering kali tertinggal dalam jangka panjang karena kurangnya keterampilan berpikir kritis dan fleksibilitas. Untuk itu, ia merekomendasikan penerapan model kepemimpinan transformasional dalam pengambilan kebijakan pendidikan vokasi di Indonesia.

Prof. Parlan: Strategi Pembelajaran Metakognitif PDCA

Prof. Parlan, yang dikenal sebagai pakar dalam bidang pembelajaran, memperkenalkan strategi pembelajaran metakognitif berbasis PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing, dan Following-up). Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya mengaitkan materi pelajaran dengan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa dan fenomena kehidupan sehari-hari. Strategi ini tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi. Hasil penelitian yang dilakukan Prof. Parlan menunjukkan bahwa pendekatan ini sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan calon guru dalam menguasai konsep-konsep ilmiah dan mengembangkan keterampilan metakognitif siswa.

Prof. Apif Miptahul Hajji: Model Estimasi Emisi untuk Proyek Infrastruktur

Prof. Apif Miptahul Hajji, guru besar di bidang teknik, memperkenalkan model estimasi emisi yang dapat digunakan dalam proyek-proyek infrastruktur, khususnya di sektor transportasi. Dalam pidatonya, ia mengungkapkan bahwa sektor transportasi di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan pesat, namun pada saat yang sama juga menjadi penyumbang utama emisi gas rumah kaca. Untuk itu, ia mengembangkan model yang mengintegrasikan data teknis dari dokumen konstruksi dengan faktor konsumsi bahan bakar dan emisi. Model ini terbukti efektif dalam memantau dan mengukur emisi yang dihasilkan oleh alat berat dalam proyek-proyek besar. Prof. Apif juga menekankan bahwa selama ini banyak estimator proyek yang hanya fokus pada biaya, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan yang dihasilkan.

Prof. Agus Timan: Menumbuhkan Kesadaran Pendidikan Berbasis Masyarakat

Prof. Agus Timan dalam pidato ilmiahnya juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih sehat dan berdaya saing. Ia menyampaikan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam pendidikan, seperti melalui komite sekolah dan kemitraan dengan sektor swasta, dapat memperkuat rasa tanggung jawab bersama terhadap kemajuan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada dukungan moral atau finansial, tetapi juga pada keikutsertaan langsung dalam pengambilan keputusan dan pengawasan kegiatan pendidikan.

Harapan untuk Masa Depan

Pengukuhan lima guru besar ini merupakan bukti komitmen Universitas Negeri Malang untuk terus menghasilkan pemimpin akademik yang berkualitas dan inovatif. Dengan pemikiran-pemikiran kritis yang diangkat oleh para profesor ini, diharapkan dapat memberi kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan dan riset di Indonesia. Setiap langkah yang diambil oleh para akademisi ini tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, industri, dan masyarakat luas. UM terus membuktikan diri sebagai pusat ilmu pengetahuan yang tidak hanya mencetak para profesional, tetapi juga agen perubahan yang mendorong kemajuan bangsa. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *