google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Viral Pengakuan Bandar Narkoba Setor Uang ke Polisi, Polda Sumut Selidiki

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Sebuah video pengakuan seorang pria yang mengaku sebagai bandar narkoba dan menyetor uang ratusan juta rupiah ke pejabat Polres Labuhanbatu viral di media sosial. Pengakuan mengejutkan ini langsung mendapat perhatian luas dan tengah diselidiki oleh Polda Sumatera Utara (Sumut).

Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani Tampubolon, menegaskan pihaknya telah mengambil langkah untuk menyelidiki kebenaran video tersebut.

“Sedang diproses ya, sedang diselidiki,” ujar Siti saat dikonfirmasi, Ahad (2/2/2025).

Dia juga memastikan bahwa jika penyelidikan telah selesai, hasilnya akan disampaikan ke publik.

“Nanti kalau sudah ada hasilnya, akan kami kabarkan,” sebutnya.

Isi Pengakuan Bandar Narkoba

Dalam video yang beredar luas, seorang pria yang mengaku bernama Endar Muda Siregar menyebut bahwa ia rutin menyetorkan uang kepada pejabat kepolisian di Polres Labuhanbatu. Jumlahnya tidak main-main, yakni Rp 160 juta per bulan.

“Saya itu membayar di Mapolres Labuhanbatu berjumlah Rp 160 juta setiap bulannya. Yang Rp 80 juta untuk kasat, kategorinya ketua kelas, baru untuk kanit Rp 20 juta, untuk tim Rp 8 juta per bulan. Diserahkan langsung tiap bulan, setiap tanggal 10,” ungkap pria tersebut dalam video.

Rekaman itu disebut-sebut diambil di Pengadilan Negeri Rantauprapat, di mana Endar Muda Siregar tampak berbicara dari dalam sebuah ruangan yang menyerupai sel tahanan.

Minta Presiden dan Kapolri Turun Tangan

Dalam video tersebut, Endar tidak hanya mengungkap praktik dugaan setoran uang kepada oknum polisi, tetapi juga meminta agar Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan untuk mengusut kasus ini.

“Kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kapolri, Kasi Propam, bapak DPR RI, tolong periksa saya dengan kasus ini, karena keterlibatan orang narkoba Polres Labuhanbatu ada dengan saya,” tegasnya.

Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa ada praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang di tubuh kepolisian yang melibatkan bisnis narkoba.

Dugaan Praktik Setoran Narkoba di Kepolisian

Pengakuan semacam ini bukanlah yang pertama terjadi di Indonesia. Dugaan adanya oknum aparat yang bermain dalam bisnis narkoba sudah lama menjadi perbincangan. Kasus-kasus sebelumnya sering kali berakhir tanpa kejelasan. Namun, dengan adanya rekaman video ini, tekanan publik semakin besar untuk memastikan kasus ini ditindaklanjuti secara transparan dan tuntas.

Kini, masyarakat menunggu apakah Polda Sumut benar-benar akan mengungkap kebenaran dari pengakuan ini atau justru kasus ini akan menguap begitu saja. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *