google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wahyu Hidayat Tegaskan Kota Malang Jadi Teladan Kerukunan Umat Beragama

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Semangat toleransi kembali menggema di Kota Malang. Selasa (30/9/2025), Aula Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang menjadi saksi komitmen bersama dalam menjaga harmoni lintas agama. Dalam kegiatan Sarasehan Penguatan Kelurahan Sadar Kerukunan Beragama, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan pondasi utama dalam membangun peradaban masyarakat yang damai dan beradab.

Pondasi Harmoni yang Tak Boleh Rapuh

Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman Kota Malang. Melalui sarasehan ini, para tokoh lintas agama duduk satu meja, berdiskusi, dan berdoa bersama sebuah pemandangan yang meneguhkan semangat pluralisme yang sudah lama hidup di kota pendidikan ini.

“Ini acara yang baik, karena umat beragama bisa berdiskusi dan mencari solusi dari masalah sosial. Mereka tadi satu meja terdiri dari lintas umat beragama, bahkan ada doa bersama,” kata Wahyu dengan nada penuh optimis.

Bagi Wahyu, kerukunan antarumat beragama bukan sekadar hasil kebetulan, tetapi buah dari kesadaran kolektif yang terus dipupuk. Ia menilai, jika fondasi harmoni itu goyah, maka segala pembangunan yang dilakukan pemerintah akan sulit berdiri tegak.

“Karena itu, Pemkot Malang bersama FKUB berkomitmen menjadikan nilai toleransi sebagai bagian dari kebijakan publik yang berkelanjutan,” jelas Wahyu.

Karangbesuki dan Tanjungrejo Jadi Teladan Nasional

Dua kelurahan, yakni Karangbesuki dan Tanjungrejo, mendapat sorotan positif dalam acara tersebut. Keduanya dinilai berhasil menjadi contoh nyata penerapan prinsip kerukunan di tingkat akar rumput. Warga di dua kelurahan itu hidup berdampingan tanpa sekat keyakinan, bergotong royong dalam kegiatan sosial, serta saling menjaga rumah ibadah satu sama lain.

“Kami berharap dua kelurahan ini akan menjadi contoh bagaimana membangun dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Setelah acara ini selesai, akan ada tindak lanjut agar semangat itu menular ke kelurahan lainnya,” ujar Wahyu.

Bahkan, Wahyu menambahkan, dua kelurahan tersebut telah menjadi magnet bagi daerah lain yang ingin belajar tentang pengelolaan kerukunan berbasis masyarakat.

“Selama ini mereka sudah menjadi contoh. Daerah lain saja datang untuk melihat kerukunan dari dua kelurahan ini. Mudah-mudahan semangat ini bisa ditularkan ke wilayah lain,” tekannya.

Langkah Nyata Pemkot Malang dan FKUB

Pemerintah Kota Malang bersama FKUB tidak ingin berhenti pada seremonial semata. Program kelurahan sadar kerukunan akan terus diperluas, dengan target seluruh wilayah Kota Malang mampu memiliki forum lintas agama aktif yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Inisiatif ini juga akan diperkuat melalui pelatihan, dialog kebangsaan, serta pendampingan bagi perangkat kelurahan agar mampu menjadi fasilitator perdamaian di lingkungan masing-masing. Harapannya, Kota Malang bukan hanya dikenal sebagai kota pendidikan dan wisata, tetapi juga sebagai kota toleransi nasional yang patut diteladani,” bebernya.

Wahyu menegaskan, tantangan kerukunan di era digital semakin kompleks. Isu keagamaan sering kali dipelintir di media sosial dan bisa memecah belah masyarakat. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, serta memperkuat komunikasi lintas agama di setiap lini kehidupan sosial.

“Perbedaan itu kodrat. Tapi menjaga harmoni di dalamnya adalah pilihan. Dan kita di Malang sudah memilih untuk hidup rukun,” lugasnya.

Menuju Kota Damai yang Menginspirasi Indonesia

Dengan semangat yang sama, FKUB berkomitmen menjadikan kegiatan seperti sarasehan ini sebagai agenda rutin. Kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat akan terus dijaga agar nilai-nilai persaudaraan tetap menyala di tengah keberagaman.

Wahyu menyebutkan Kota Malang kini tak hanya menorehkan prestasi di bidang pendidikan, kebersihan, dan pariwisata, tetapi juga dalam membangun iklim sosial yang sejuk dan inklusif. Melalui sarasehan ini, pemerintah berharap harmoni yang telah dirintis dari dua kelurahan teladan bisa menjalar ke seluruh pelosok kota.

“Kerukunan ini bukan milik satu agama atau kelompok. Ini adalah milik semua warga Kota Malang,” pungkas Wahyu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *