google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Malang Serukan Semangat Berkarya di HUT ke-80 Jatim

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur menjadi panggung refleksi dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat. Di Kota Malang, upacara peringatan yang digelar pada Senin pagi berlangsung khidmat, diwarnai semangat kebersamaan dan pesan kuat dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, agar masyarakat tidak hanya mengenang perjalanan panjang Jawa Timur, tetapi juga menatap masa depan dengan karya nyata dan optimisme.

Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 Jawa Timur bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat tekad untuk terus berinovasi, berkontribusi, dan bekerja keras demi kemajuan daerah.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan Jawa Timur tercinta,” kata Wahyu dengan tegas di hadapan peserta upacara.

Ia juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Timur yang menekankan semangat gotong royong dan optimisme dalam menghadapi tantangan masa depan, sesuai tema peringatan tahun ini Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh.

lDuka dan Doa untuk Korban Ponpes Al-Khozini

Di sela sambutannya, Wahyu turut menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi yang menimpa para santri Pondok Pesantren Al-Khozini, Sidoarjo, beberapa hari sebelumnya. Dengan suara tenang namun penuh empati, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta dan berdoa bagi para korban.

“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sidoarjo. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan yang masih dirawat segera diberi kesembuhan,” ucapnya.

Sikap tersebut menegaskan karakter kepemimpinan Wahyu yang tidak hanya fokus pada pembangunan, tetapi juga menunjukkan kepekaan sosial dan solidaritas antarsesama warga Jawa Timur.

Jawa Timur, Provinsi Tangguh dengan Segudang Prestasi

Dalam momentum peringatan ini, Wahyu juga memaparkan sederet capaian membanggakan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia menyoroti bagaimana kinerja ekonomi daerah tetap solid di tengah dinamika nasional dan global.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,23 persen, tertinggi di Pulau Jawa, dengan nilai ekonomi mencapai Rp147 triliun. Tak hanya itu, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 9,5 persen, sementara kemiskinan ekstrem turun drastis menjadi 0,66 persen.

“Di sektor ekonomi rakyat, Jawa Timur menorehkan prestasi luar biasa dengan 4.716 desa mandiri dan 8.494 koperasi desa atau kelurahan jumlah terbanyak di Indonesia.
Dalam bidang pangan, Jawa Timur masih memegang predikat sebagai lumbung pangan nasional, dengan produksi padi mencapai lebih dari 20 juta ton setiap tahun, memasok kebutuhan 21 provinsi di Indonesia,” urainya.

Tak kalah membanggakan, sektor pendidikan juga menjadi pilar keunggulan Jawa Timur. Provinsi ini kini memiliki lebih dari 700 perguruan tinggi dan menjadi pusat inovasi pendidikan nasional.

“Capaian ini bukan kebetulan, melainkan hasil kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan masyarakat Jawa Timur, sesuai falsafah ‘Jer Basuki Mowo Beo’ bahwa setiap keberhasilan selalu lahir dari perjuangan dan gotong royong,” terang Wahyu.

Kota Malang, Pilar Penting Jawa Timur

Sebagai salah satu kota terbesar di Jawa Timur, Wahyu menegaskan bahwa Kota Malang memiliki peran strategis dalam menopang kemajuan provinsi. Dikenal sebagai Kota Pendidikan dan Pariwisata, Malang juga menjadi simbol kreativitas dengan semangat “Malang Mbois Berkelas.”

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Malang harus terus digali dan dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kita harus terus menguatkan sinergitas dan menggali potensi daerah. Dengan kolaborasi dan inovasi, Kota Malang akan semakin berdaya saing dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Jawa Timur,” tegasnya.

Wahyu juga menekankan pentingnya menjadikan peringatan Hari Jadi ke-80 ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor. Bagi Wahyu, pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif tidak bisa dicapai tanpa keterlibatan semua pihak.

Optimisme Menuju Jawa Timur Maju dan Sejahtera

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Malang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai energi baru dalam menghadapi tantangan ke depan. Ia mengingatkan bahwa kemajuan Jawa Timur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif warga di setiap lini kehidupan.

“Bersama, kita wujudkan Kota Malang yang semakin kreatif, berdaya, dan sejahtera serta menjadi bagian penting dari Jawa Timur yang terus maju menuju kejayaan,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *