google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Malang Tegaskan Malang Harus Siap Hadapi Ancaman Bencana

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memimpin langsung Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di halaman Graha Purva Praja (Islamic Center) Kota Malang, Selasa (23/9/2025). Dalam arahannya, Wahyu menekankan ancaman bencana akibat perubahan iklim kini bukan lagi sekadar isu global, melainkan kenyataan yang harus dihadapi dengan kesigapan nyata di tingkat daerah.

“Perubahan iklim yang ekstrem telah meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, hingga angin kencang. Kota Malang, dengan kondisi geografis yang berbukit dan kepadatan penduduknya, memiliki kerentanan tersendiri terhadap bencana hidrometeorologi,” tegas Wahyu di hadapan ratusan peserta apel.

Ancaman Nyata di Tengah Perubahan Iklim

Dalam sambutannya, Wahyu menggambarkan perubahan pola cuaca akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan. Curah hujan tinggi dalam waktu singkat, disertai kondisi drainase yang belum optimal, menjadi kombinasi rawan pemicu banjir dan longsor.

“Kita tidak bisa menunggu. Kesiapsiagaan harus diperkuat sejak dini, karena bencana bisa datang kapan saja,” katanya.

Wahyu menegaskan pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas sektor untuk meminimalisir dampak bencana. Ia menyebut bahwa kerugian akibat bencana tidak hanya dirasakan oleh masyarakat secara sosial, tetapi juga berdampak luas pada infrastruktur, perekonomian, pertanian, bahkan kesehatan publik.

“Setiap detik keterlambatan dalam penanganan bisa memperbesar kerugian. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah, relawan, aparat keamanan, dan masyarakat harus berjalan cepat dan efisien,” tutur Wahyu.

Gladi Lapang, Langkah Konkret Penguatan Kesiapsiagaan

Sebagai tindak lanjut dari apel siaga tersebut, Pemerintah Kota Malang melalui BPBD akan menggelar Gladi Lapang Bencana sebagai bentuk latihan tanggap darurat di lapangan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung 28 September 2025 di Kecamatan Kedungkandang (meliputi wilayah Kedungkandang dan Sukun) serta 5 Oktober 2025 di Kecamatan Klojen (yang mencakup Klojen, Lowokwaru, dan Blimbing).

Menurut Wahyu, kegiatan Gladi Lapang bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan simulasi nyata yang akan menguji kemampuan lintas sektor.

“Latihan ini akan menjadi ajang evaluasi untuk melihat seberapa siap kita dalam mengoordinasikan sumber daya, peralatan, dan kecepatan respon di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan kesiapsiagaan tidak bisa hanya diukur dari dokumen rencana, tetapi juga dari kemampuan bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat benar-benar terjadi.

Enam Instruksi Penting Wali Kota

Dalam arahannya, Wahyu juga mengeluarkan enam instruksi penting bagi seluruh perangkat daerah, jajaran terkait, dan masyarakat.

Pertama, memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi lintas sektor dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.
Kedua, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan kesiapsiagaan.
Ketiga, memastikan seluruh peralatan kebencanaan dalam kondisi siap pakai melalui pengecekan berkala. Keempat, rutin melaksanakan latihan dan simulasi bersama untuk menjaga kesiapan teknis petugas.

“Kelima, memperkuat edukasi publik agar masyarakat memahami langkah-langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi.
Keenam, menanamkan budaya sadar bencana di seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya preventif jangka panjang,” bebernya.

“Jika keenam langkah ini dijalankan dengan konsisten, saya yakin Kota Malang bisa menjadi daerah yang tangguh bencana, tidak hanya siap menghadapi ancaman, tetapi juga mampu pulih lebih cepat setelah bencana terjadi,” lanjut Wahyu.

Gotong Royong Jadi Kunci Ketangguhan

Wahyu juga menyebutkan membangun ketangguhan terhadap bencana bukan tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari organisasi masyarakat, relawan, dunia usaha, hingga kalangan pendidikan, untuk terlibat aktif dalam gerakan siaga bencana.

“Semangat gotong royong adalah kekuatan utama bangsa ini. Mari kita wujudkan itu dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana,” seru Wahyu.

Ia menutup arahannya dengan optimisme bahwa Kota Malang mampu menjadi contoh daerah tangguh di Jawa Timur.

“Kita ingin Malang menjadi kota yang tidak hanya indah dan maju, tetapi juga aman dan siap menghadapi tantangan alam di masa depan,” lugasnya.

Menurut Wahyu apel Siaga Bencana ini menjadi simbol komitmen kolektif Pemerintah Kota Malang dalam menjaga keselamatan warga.

“Di tengah perubahan iklim global yang semakin tak terprediksi, langkah-langkah preventif seperti ini diyakini menjadi benteng pertama untuk melindungi masyarakat dari risiko yang lebih besar,” tandas Wahyu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *