google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Wahyu Dorong Aparatur dan Warga Malang Kuasai AI Secara Bijak

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Transformasi digital kini bukan lagi sekadar tren, tetapi kebutuhan mutlak bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus bergerak maju. Hal inilah yang kembali ditekankan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Tahap 2 yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang di Savana Hotel, Rabu (23/10/2025).

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari program literasi digital Pemerintah Kota Malang yang bertujuan memperkuat kemampuan aparatur, pelaku usaha, dan masyarakat umum dalam menghadapi era transformasi digital terutama dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang kini mulai mewarnai berbagai lini kehidupan.

Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menegaskan pemahaman terhadap teknologi, khususnya AI, sudah menjadi keharusan. Menurutnya, penguasaan teknologi bukan sekadar untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga untuk memastikan bahwa kemajuan tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“AI ini memang salah satu teknologi tercanggih saat ini. Kami berharap melalui kegiatan Bimtek ini, peserta dapat memahami cara penggunaan teknologi kecerdasan buatan dengan bijak dan positif,” kata Wahyu dalam arahannya.

AI Bukan Sekadar Tren, Tapi Jalan Menuju Kesejahteraan

Wali Kota Wahyu menekankan bahwa kecerdasan buatan bukan hanya alat digital semata, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk membangun kesejahteraan. Penguasaan teknologi, kata dia, harus berdampak pada produktivitas dan ekonomi kreatif di tingkat lokal.

“Setelah diarahkan melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta mampu mengaplikasikan teknologi AI untuk hal-hal yang produktif, terutama yang berdampak pada peningkatan ekonomi kreatif dan nilai tambah bagi masyarakat Kota Malang,” sebutnya.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap arus perubahan teknologi yang begitu cepat. Karena itu, penguatan literasi digital menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa masyarakat Malang tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi.

“Kita harus siap menghadapi perubahan. Teknologi tidak bisa dihindari, tapi bisa kita arahkan untuk hal yang positif,” tegasnya.

Membangun Ekosistem Digital yang Inklusif

Bimtek TIK ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan mulai dari perangkat daerah, komunitas digital, pelaku UMKM, hingga tenaga pendidik. Mereka mendapatkan pembekalan komprehensif seputar pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan data, keamanan informasi, serta penerapan AI dalam pelayanan publik dan penguatan ekonomi daerah.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berhenti di ranah teori. Peserta juga diajak melakukan praktik langsung penerapan AI di berbagai bidang seperti desain, komunikasi publik, dan sistem informasi pelayanan masyarakat. Melalui pendekatan ini, peserta dapat melihat secara konkret bagaimana teknologi dapat membantu efisiensi kerja dan mempercepat inovasi layanan publik.

Menurut Kepala Diskominfo Kota Malang, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya membentuk masyarakat yang melek teknologi namun tetap beretika digital.

“Kita ingin seluruh lapisan masyarakat tidak hanya bisa menggunakan teknologi, tapi juga memahami dampak dan tanggung jawabnya,” ungkapnya.

Masyarakat Digital dengan Pola Pikir Baru

Wahyu Hidayat menilai, penguatan literasi digital bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga soal membangun pola pikir baru yang adaptif terhadap kemajuan zaman. Ia ingin agar masyarakat Malang menjadi komunitas yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing dalam era global.

“Bimtek ini bukan sekadar pelatihan teknis, tapi juga upaya membentuk pola pikir digital. Kita ingin semua elemen masyarakat mampu menggunakan teknologi dengan kesadaran, bukan hanya kemampuan,” tutur Wahyu.

Menutup arahannya, Wali Kota Wahyu mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan digital di lingkungannya masing-masing. Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, peserta mampu menularkan semangat digitalisasi yang beretika dan berdaya guna bagi masyarakat luas.

“Gunakan teknologi bukan hanya untuk kebutuhan pribadi, tapi untuk membangun ekonomi, membuka lapangan kerja, dan membawa kebaikan bagi sesama,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *