google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wamen Diktisaintek Tantang Mahasiswa UM Berani Terjun ke Riset

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Suasana Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) pada Senin (18/8/2025) menjadi saksi momen bersejarah bagi lebih dari 12.000 mahasiswa baru. Di hadapan ribuan wajah penuh semangat itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Prof. Stella Christie, Ph.D., menyampaikan pidato yang tegas sekaligus menggugah. Ia hadir bukan sekadar memberikan sambutan, melainkan tantangan: agar mahasiswa sejak dini berani mengambil peran dalam dunia riset.

“Mahasiswa tidak boleh pasif. Sejak awal masuk perguruan tinggi, kalian harus terlibat dalam riset. Dari sana, kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, hingga manajemen waktu akan terbentuk,” tegas Prof. Stella.

Pentingnya Riset Sejak Dini

Dalam pandangannya, keterlibatan mahasiswa di bidang riset bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Dunia kerja, katanya, membutuhkan generasi yang terampil menganalisis, sistematis dalam berpikir, dan mampu menemukan solusi nyata.

“Kemampuan itu sangat diinginkan pemberi kerja dan bisa diasah dalam kegiatan penelitian,” ujarnya.

Prof. Stella menekankan bahwa mahasiswa harus belajar merumuskan pertanyaan riset, mencari jawaban berbasis data, hingga menyajikan hasil penelitian secara meyakinkan.

“Kita harus bergerak berdasarkan data, melihat apa yang dibutuhkan industri, lalu kita penuhi,” sebutnya penuh keyakinan.

Jurnal Bodong Jadi Sorotan

Namun, di balik semangat riset, Prof. Stella tak menutup mata terhadap masalah serius: maraknya publikasi ilmiah di jurnal abal-abal atau yang dikenal dengan istilah jurnal bodong. Menurutnya, fenomena ini bukan semata kesalahan peneliti, tetapi cerminan ekosistem riset yang masih menitikberatkan kuantitas dibanding kualitas.

“Ini bukan karena peneliti kita berniat curang. Sistemlah yang mendorong mereka mengejar jumlah publikasi ketimbang nilai riset itu sendiri,” ungkapnya.

Langkah Perbaikan Kementerian

Untuk menjawab masalah itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah revisi Indikator Kinerja Utama (IKU) di perguruan tinggi. Jika sebelumnya kampus dinilai dari banyaknya publikasi, kini fokus akan digeser ke kualitas dan dampak riset.

“Kami akan memberikan insentif bagi riset yang berkualitas dan benar-benar berdampak, bukan hanya sekadar mengejar angka,” tegasnya.

Selain itu, Beban Kerja Dosen (BKD) juga akan diubah agar dosen memiliki ruang lebih luas untuk fokus pada keunggulan masing-masing. Pendanaan riset pun akan diarahkan pada proyek yang menjawab kebutuhan negara dan industri.

“Kami bertanya ke industri: Anda butuh apa? Kebutuhan itu yang kami petakan dan kami sodorkan ke peneliti,” tanya Stella.

Kolaborasi Akademik dan Industri

Tak hanya itu, kementerian juga tengah menggagas skema co-funding. Dalam pola ini, 85% dana riset akan ditanggung pemerintah, sementara 15% sisanya berasal dari mitra industri.

“Model tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan sektor swasta yang selama ini dinilai masih minim,” terangnya.

UM Jadi Contoh Nyata

Dalam pidatonya, Prof. Stella bahkan memuji langsung salah satu inovasi riset karya mahasiswa dan dosen UM: teknologi elektrolisis air hujan yang bisa diolah menjadi air minum dengan efisiensi energi hingga 50%.

“Ini bukti bahwa riset bisa menghasilkan ‘cuan’. UM punya riset luar biasa,” ungkapnya disambut tepuk tangan meriah.

Harapan ke Depan

Pidato Prof. Stella di hadapan ribuan mahasiswa baru UM bukan sekadar motivasi, melainkan peta jalan masa depan riset Indonesia. Dengan kombinasi ekosistem yang sehat, pendanaan yang terarah, serta keberanian mahasiswa untuk terjun langsung, riset di Indonesia diyakini bisa melahirkan karya nyata yang menjawab tantangan bangsa.

“Riset bukan hanya soal publikasi, melainkan kontribusi nyata. Dari kampus ini, perubahan bisa dimulai,” tukasnya. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *