google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Warga dan Wawali Batu Syukuri Sumber Air Melimpah

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Di tengah upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menjawab tantangan perubahan iklim, masyarakat Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, menggelar acara tasyakuran sumber mata air sebagai bentuk syukur atas melimpahnya karunia alam. Kegiatan penuh makna ini berlangsung pada Jumat pagi (25/4/2025) di kawasan Jalibar, Oro-Oro Ombo, dan dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.

Syukur Atas Air, Sumber Kehidupan

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ungkapan syukur sekaligus panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya alam, khususnya air, yang menjadi nadi kehidupan. Dengan semangat gotong royong dan kesadaran ekologis, warga dari 13 RW di Desa Oro-Oro Ombo berkumpul, membawa tumpeng dari hasil swadaya mereka sendiri sebagai bentuk rasa syukur. Heli yang hadir sebagai tamu kehormatan menyebut acara ini sebagai momentum penting yang harus terus dirawat.

“Air adalah karunia terbesar. Jika tidak dijaga, generasi mendatang yang akan merasakan akibatnya. Mari rawat alam, maka alam akan menjaga kita,” kata Heli dalam sambutannya, Jumat (25/4/2025).

Simbol Kesatuan dalam Tradisi dan Alam

Rangkaian acara dimulai dengan kirab tumpeng yang menandakan semangat kebersamaan dan kesatuan. Sebanyak 13 tumpeng berasal dari RW setempat, ditambah 7 dari gabungan kelompok tani (Gapoktan), 2 dari PDAM Kota Batu, 1 dari LMDH, serta 7 dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hipam).

Kirab berlangsung meriah dan penuh khidmat. Setelah itu, Wakil Wali Kota bersama Kepala Desa Oro-Oro Ombo meminum air secara simbolis, sebagai penghormatan terhadap sumber daya alam yang selama ini menopang kehidupan warga. Sebuah prosesi sederhana namun sarat makna, mengingatkan semua yang hadir tentang pentingnya kesadaran menjaga sumber air sebagai warisan yang tidak ternilai harganya.

Kemudian, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Wawali yang diserahkan kepada tokoh masyarakat. Simbol ini menjadi penegasan bahwa pelestarian alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga.

Penanaman Bibit, Langkah Nyata Menjaga Air

Sebagai bagian dari upaya pelestarian jangka panjang, kegiatan tasyakuran ini juga diisi dengan penanaman 200 bibit pohon di sekitar area mata air. Ini bukan hanya penanaman simbolis, melainkan langkah nyata yang menunjukkan keseriusan warga dalam menjaga sumber air tetap lestari.

“Pohon-pohon yang ditanam akan menjadi pelindung alami bagi mata air, memperkuat daya serap tanah, serta menjaga kestabilan ekosistem air di wilayah tersebut. Penanaman pohon ini adalah investasi jangka panjang. Kita tanam hari ini agar anak cucu bisa menikmati hasilnya kelak,” jelas Heli.

Pesan Tegas untuk Masyarakat Kota Batu

Dalam penutup pesannya, Heli menekankan menjaga keseimbangan lingkungan adalah satu-satunya cara untuk memastikan ketersediaan air di masa depan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengedukasi sesama tentang pentingnya menjaga ekosistem, terutama sumber air yang kini semakin terancam oleh urbanisasi dan kerusakan lingkungan.

“Saya berharap bahwa semangat kebersamaan ini menjadi budaya baru di Kota Batu. Jangan tunggu krisis air datang untuk kita mulai peduli. Mulailah dari sekarang, dari lingkungan terkecil, dari hal-hal yang kita bisa lakukan,” kata Heli menegaskan.

Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batu yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif warga ini. Pemerintah berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan masyarakat yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.

“Acara tasyakuran ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bukan sekadar wacana. Kota Batu, yang dikenal sebagai kota wisata dan pertanian, terus memperkuat identitasnya sebagai kota yang peduli lingkungan, di mana kelestarian alam menjadi prioritas utama. Ke depan, harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin di berbagai desa di Kota Batu, untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga sumber daya air dan memperkuat budaya ekologis sejak dini,” pungkas Heli. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *