google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wawali Malang Dorong Aktivis Mahasiswa Jaga Ketahanan Pangan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengajak para aktivis muda, khususnya dari kalangan mahasiswa, untuk tidak sekadar menjadi pengamat, melainkan turun langsung memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Seruan itu disampaikan dalam Rembuk Energi dan Ketahanan Pangan yang digelar di Ijen Suites Hotel Malang, Selasa (17/6/2025), bersama Rumah Kebangsaan Jawa Timur.

Di hadapan ratusan peserta yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan se-Jawa Timur, Ali Muthohirin menyampaikan situasi geopolitik global yang tidak menentu harus menjadi alarm bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ketahanan nasional, khususnya di sektor pangan dan energi. Ia menekankan, sudah saatnya aktivis muda mengambil peran strategis sebagai agen perubahan yang benar-benar terjun dalam membangun solusi atas persoalan bangsa.

Ketika melihat peta global, kita tahu ada ancaman nyata terhadap stabilitas ekonomi dan pangan akibat konflik internasional. Maka tidak heran jika Presiden Prabowo sangat menekankan pentingnya kedaulatan pangan sebagai prioritas nasional,” kata Ali dalam sambutannya.

Menurutnya, para kader dan aktivis muda selama ini terlalu terfokus pada perebutan posisi di panggung elite politik, padahal jumlah kursi kekuasaan sangat terbatas. Ia menganalogikan dunia politik sebagai piramida terbalik semakin ke atas, ruangnya makin menyempit.

Berapa banyak kepala daerah yang bisa dipilih? Berapa menteri yang dibutuhkan? Tapi kita punya ribuan kader. Maka harus ada rekayasa diaspora kader bukan hanya ke politik, tapi juga ke sektor-sektor strategis seperti pertanian dan energi,” tegasnya.

rekayasa kader dan gerakan aktivis sebagai solusi. Dalam konteks ini, aktivis diarahkan membentuk kelompok tani berbasis komunitas, bergabung dalam koperasi seperti Koperasi Merah Putih, dan menjalankan program-program yang dapat menjawab kebutuhan ketahanan pangan lokal,” jelasnya.

Ia mengungkapkan potensi mahasiswa dan aktivis jauh lebih besar bila digerakkan secara kolektif dalam program nyata ketimbang hanya bersuara melalui kritik.

Isu kedaulatan pangan bukan sekadar wacana. Kita butuh kader-kader yang siap masuk ke desa, ke komunitas tani, dan menggerakkan masyarakat. Pertanyaannya: apakah kalian siap menjadi kelompok tani? tantangnya kepada para mahasiswa.

Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah narasumber dari Universitas Brawijaya, DPRD Provinsi Jawa Timur, serta Bakesbangpol Jawa Timur, dan diharapkan menjadi ruang strategis untuk menyusun peta jalan kontribusi aktivis muda terhadap ketahanan nasional.

Menutup sambutannya, Wawali Ali menekankan pentingnya redefinisi makna agent of change.

Jangan berhenti menjadi pengkritik. Jadilah pelaku. Ketahanan pangan butuh gerakan. Jika hari ini mahasiswa hanya menonton, lalu siapa yang akan menjaga masa depan bangsa? pungkasnya menggugah. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *