Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Wujudkan Mbatu Sae, Alfi Ajak Semua Pihak Peduli Cegah Perundungan Sekolah

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa persoalan perundungan di lingkungan pendidikan tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata. Pencegahan dan penanganan bullying, menurut dia, merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, peserta didik, hingga orang tua.

Penegasan itu disampaikan Alfi saat menghadiri sekaligus menutup Idjen Talk yang digagas Malang Post, dengan tema Mewujudkan Sekolah Rakyat Berbasis Anti-Perundungan, di Kota Batu.

“Kalau kita bicara perundungan, sejatinya kita bicara tentang kepedulian. Ini bukan hanya urusan sekolah rakyat, bukan hanya sekolah negeri atau swasta, tapi seluruh satuan pendidikan di Kota Batu,” kata Alfi dalam sesi penutupan diskusi.

Alfi menekankan, upaya menghentikan perundungan harus melibatkan semua unsur. Pemerintah bertugas menyiapkan kebijakan dan pengawasan, sekolah memastikan lingkungan belajar yang aman, sementara murid dan wali murid berperan aktif dalam mendeteksi dan mencegah potensi kekerasan sejak dini.

“Masalah perundungan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Konsekuensinya jelas, stop bullying, mari kita mulai dari kepedulian,” tegasnya.

Menurut Alfi, peran orang tua memiliki posisi strategis dalam pencegahan perundungan, terutama melalui komunikasi yang intensif dengan anak. Ia mengimbau wali murid untuk meluangkan waktu berdialog dengan putra-putrinya dan peka terhadap perubahan perilaku.

“Orang tua perlu hadir, berkomunikasi secara intens, termasuk memantau komunikasi anak, misalnya melalui WhatsApp. Ketika ada tanda-tanda yang mengarah ke hal tidak baik, pendekatan kekeluargaan harus segera dilakukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut penting diterapkan tidak hanya di sekolah rakyat, tetapi juga di sekolah reguler maupun sekolah swasta. Dengan keterlibatan orang tua, potensi perundungan dapat dideteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi kasus serius.

Alfi juga mengingatkan bahwa perundungan kerap muncul dari hal-hal yang dianggap sepele, seperti candaan berlebihan, komunikasi yang tidak sehat, hingga kurangnya pengawasan. Karena itu, kepedulian menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

“Perundungan bukan persoalan individu, tapi persoalan ekosistem pendidikan. Kalau semua pihak peduli, maka ruang terjadinya perundungan akan semakin sempit,” sebut Alfi.

Forum Idjen Talk yang dihadiri para pemangku kepentingan pendidikan ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak dan bebas perundungan, khususnya di Kota Batu.

Melalui forum tersebut, Disdik Kota Batu menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan, program pencegahan, serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan tidak ada lagi praktik perundungan di dunia pendidikan.

“Harapannya sederhana, sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi anak-anak kita,” pungkas Alfi.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *