google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Transjakarta Semakin Diminati, Warga Jakarta Beralih ke Transportasi Umum

  • Bagikan
ejumlah warga menggunakan layanan Transjakarta sebagai sarana transportasi sehari-hari. Kemudahan akses, tarif terjangkau, dan integrasi antarmoda menjadi alasan meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi umum di Jakarta.
banner 468x60

Jakarta – Minat masyarakat Jakarta untuk menggunakan transportasi umum terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu moda transportasi yang semakin banyak digunakan adalah Transjakarta. Selain menawarkan tarif yang terjangkau, layanan yang semakin luas dan terintegrasi membuat masyarakat mulai menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama untuk mobilitas sehari-hari.

Peningkatan penggunaan transportasi umum terlihat dari jumlah penumpang yang terus bertambah. Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa pada Triwulan I 2026, jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 112,1 juta orang atau meningkat hampir 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penumpang Transjakarta pada Januari 2026 mencapai lebih dari 35 juta orang.

Bagi sebagian warga, penggunaan Transjakarta menjadi solusi untuk menghindari kemacetan sekaligus menghemat biaya transportasi.

Nadia Putri (22), seorang mahasiswa di Jakarta Selatan, mengaku lebih sering menggunakan Transjakarta dibandingkan kendaraan pribadi.

“Sekarang rutenya semakin banyak dan mudah dijangkau. Selain lebih hemat, saya juga tidak perlu pusing mencari parkir atau terjebak macet,” ujarnya.

Selain mahasiswa, pekerja kantoran juga mulai beralih ke transportasi umum karena dinilai lebih efisien. Integrasi Transjakarta dengan MRT, LRT, dan KRL memudahkan masyarakat untuk berpindah moda transportasi dalam satu perjalanan.

Menurut Andi Saputra (30), seorang karyawan swasta di Jakarta Timur, perkembangan layanan Transjakarta membuat perjalanan menuju tempat kerja menjadi lebih nyaman.

“Dulu saya lebih sering menggunakan kendaraan pribadi. Sekarang dengan adanya integrasi transportasi dan fasilitas yang semakin baik, naik Transjakarta menjadi pilihan yang lebih praktis,” katanya.

Pihak Transjakarta juga terus melakukan berbagai pengembangan layanan. Hingga awal tahun 2026, cakupan layanan Transjakarta telah menjangkau lebih dari 92 persen wilayah Jakarta. Selain itu, perusahaan juga terus memperluas penggunaan armada bus listrik sebagai bagian dari upaya mendukung transportasi ramah lingkungan.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik.

“Kami berharap masyarakat menjadikan transportasi umum sebagai pilihan mobilitas sehari-hari karena lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pengamat transportasi perkotaan menilai bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi umum merupakan langkah positif dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta. Namun, peningkatan kualitas layanan dan perluasan akses tetap perlu dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Dengan berbagai pengembangan yang dilakukan, Transjakarta kini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Sejumlah penumpang menunggu kedatangan bus Transjakarta di halte. Transportasi umum semakin diminati masyarakat karena dinilai lebih praktis dan ekonomis.
banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *