google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dari Jalanan ke Media Sosial, Berubahkah Cara Masyarakat Menyuarakan Aspirasi?

  • Bagikan
Demo Indonesia Gelap, Surakarta 2026 (Fathimah A.Y)
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Demonstrasi selama ini menjadi salah satu cara masyarakat menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik. Dari gerakan Reformasi 1998 hingga berbagai aksi penolakan kebijakan pemerintah pada tahun-tahun berikutnya, jalanan kerap menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kondisi sosial, aksi ke jalan tidak selalu menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat.

RGF (inisial) seorang mahasiswa hukum UGM, mengatakan perubahan tersebut terlihat dari cara masyarakat merespons berbagai isu publik. Jika dahulu demonstrasi menjadi sarana utama untuk menarik perhatian pemerintah dan publik, kini media sosial mulai mengambil peran yang sama. Melalui unggahan di Instagram, X, Tik Tok, maupun petisi daring, masyarakat dapat menyampaikan kritik dan membangun dukungan terhadap suatu isu tanpa harus hadir secara fisik di lokasi aksi.

Sosial Media (Sumbe

“Selain perkembangan teknologi, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan penting. Sejumlah masyarakat yang diwawancarai mengaku ragu mengikuti demonstrasi karena khawatir terhadap potensi bentrokan, tindakan represif, maupun risiko lain yang dapat muncul selama aksi berlangsung. Bagi sebagian orang, menyampaikan pendapat melalui ruang digital lebih aman dibandingkan harus turun langsung ke jalan,” kata dia.

Ia juga berpendapat menurunnya minat masyarakat untuk turun ke jalan karena rasa kecewa terhadap respons pemerintah terhadap berbagai tuntutan masyarakat. Ia menilai demonstrasi yang telah dilakukan selama ini selalu tidak menghasilkan perubahan yang diharapkan. Kondisi tersebut memunculkan keraguan mengenai efektivitas aksi massa sebagai sarana untuk memengaruhi kebijakan publik. Akibatnya, sebagian masyarakat memilih menyalurkan aspirasi melalui cara lain yang dianggap lebih relevan dengan kondisi saat ini.

“Meski demikian, berkurangnya minat sebagian masyarakat untuk mengikuti demonstrasi tidak serta-merta menunjukkan menurunnya kepedulian terhadap persoalan sosial politik. Bentuk partisipasi masyarakat justru mengalami perubahan. Kritik yang sebelumnya banyak disampaikan melalui aksi jalanan kini semakin sering muncul dalam kampanye digital, diskusi publik, pembuatan konten edukatif, hingga petisi daring yang dapat menjangkau lebih banyak orang dalam waktu singkat,” terangnya.

Ia menegaskan fenomena ini menunjukkan bahwa cara masyarakat menyampaikan aspirasi terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

“Pertanyaannya kini bukan lagi apakah masyarakat masih peduli terhadap berbagai persoalan publik, melainkan apakah ruang digital mampu menggantikan peran jalanan sebagai sarana utama untuk mendorong perubahan,” tutup dia.

banner 325x300banner 325x300
Penulis: Fathimah Azzah YumnEditor: Mikhael Zonasuki Simatupang
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *