google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dari Ruang Kuliah ke Ruang Sidang, Mahasiswa UMM Rasakan Dunia Advokat Sesungguhnya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Teori hukum yang selama ini dipelajari di bangku kuliah akhirnya menemukan wujud nyatanya bagi dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Mery Prayogo dan Doni Anggoro. Melalui Program Magang Mandiri di DDS Law Office, keduanya merasakan langsung dinamika dunia advokat yang selama ini hanya mereka temui dalam buku dan ruang diskusi akademik.

Selama satu semester, Mery dan Doni terlibat dalam berbagai aktivitas profesional yang menjadi bagian dari praktik hukum sehari-hari. Mulai dari menerima konsultasi klien, membantu penyusunan dokumen hukum, mengikuti pembahasan perkara, hingga menyaksikan proses persidangan secara langsung di pengadilan.

Pengalaman tersebut menjadi titik balik bagi keduanya dalam memahami dunia hukum. Jika sebelumnya teori menjadi fondasi utama pembelajaran, kini mereka melihat bagaimana hukum bekerja dalam situasi nyata yang sering kali jauh lebih kompleks dibandingkan yang dipelajari di ruang kelas.

“Banyak hal yang sebelumnya hanya kami pahami secara teori, ternyata memiliki dinamika yang jauh lebih kompleks ketika diterapkan di lapangan,” ujar Mery Prayogo saat menceritakan pengalamannya selama mengikuti program magang.

Menyusun Gugatan hingga Mendampingi Proses Mediasi

Selama berada di DDS Law Office, Mery dan Doni tidak hanya menjadi pengamat. Mereka diberi kesempatan untuk ikut terlibat dalam berbagai proses pendampingan hukum yang dilakukan kantor hukum tersebut.

Keduanya belajar bagaimana seorang advokat membangun komunikasi dengan klien, mengidentifikasi akar persoalan hukum, hingga menyusun strategi penyelesaian perkara yang tepat. Mereka juga terlibat dalam penyusunan berbagai dokumen penting seperti surat kuasa, surat somasi, gugatan perdata, hingga akta perdamaian.

Tak hanya menangani perkara litigasi, mereka juga memperoleh pengalaman mengikuti proses penyelesaian sengketa melalui jalur non-litigasi. Dari proses mediasi tersebut, keduanya memahami bahwa hukum tidak selalu berakhir di meja hijau.

Bagi mereka, mediasi membuka perspektif baru bahwa penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih damai, efektif, dan tetap memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Pengalaman Sidang Jadi Pelajaran Berharga

Momen paling berkesan selama magang adalah ketika Mery dan Doni mendapat kesempatan mengikuti persidangan secara langsung. Suasana ruang sidang yang selama ini hanya mereka bayangkan dari teori perkuliahan kini hadir di depan mata.

Mereka menyaksikan secara langsung proses pemeriksaan saksi, penyampaian argumentasi hukum oleh para pihak, hingga bagaimana hakim mempertimbangkan fakta dan ketentuan hukum sebelum mengambil keputusan.

Selain perkara perdata, keduanya juga dilibatkan dalam analisis berbagai perkara pidana melalui kegiatan bedah kasus bersama para advokat. Dari proses tersebut, mereka belajar memahami konstruksi hukum suatu perkara, mengidentifikasi unsur-unsur tindak pidana, serta menyusun strategi hukum yang tepat dalam membela kepentingan klien.

Pengalaman itu memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai profesi advokat yang tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga ketelitian, logika berpikir, dan kemampuan membaca situasi secara komprehensif.

Bekal Menjadi Praktisi Hukum Profesional

Menurut Doni Anggoro, manfaat magang tidak hanya dirasakan dari sisi akademik. Lebih dari itu, pengalaman tersebut turut membentuk karakter dan profesionalisme yang akan menjadi modal penting saat memasuki dunia kerja.

“Kami belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, ketelitian, dan cara bekerja dalam tim. Hal-hal seperti ini sangat penting ketika nanti benar-benar memasuki dunia profesi hukum,” ungkap Doni.

DDS Law Office sendiri dikenal sebagai salah satu kantor hukum di Kota Malang yang menangani berbagai bidang hukum, baik litigasi maupun non-litigasi. Melalui pendampingan langsung dari para advokat berpengalaman, mahasiswa diberikan ruang belajar yang komprehensif untuk memahami praktik hukum secara nyata.

Melalui program magang tersebut, Mery dan Doni berharap semakin banyak mahasiswa hukum yang memanfaatkan kesempatan serupa untuk memperluas wawasan dan memperkuat kompetensi sebelum terjun ke dunia profesional. Mereka meyakini bahwa pembelajaran hukum tidak berhenti di ruang kuliah, melainkan harus diperkaya dengan pengalaman langsung di lapangan agar mampu melahirkan praktisi hukum yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada keadilan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *