google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Onny Ardianto Genjot SDM dan Pelayanan untuk Perkuat Daya Saing Wisata Batu, Kunjungan Wisatawan Diproyeksi Tembus 590 Ribu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Sektor pariwisata Kota Batu menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Data yang dihimpun Dinas Pariwisata Kota Batu mencatat ratusan ribu wisatawan terus berdatangan setiap bulan, memperkuat optimisme pemerintah daerah terhadap pertumbuhan industri wisata dan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengungkapkan sepanjang Januari 2026 jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 630 ribu orang. Pada Februari tercatat sekitar 350 ribu kunjungan, sementara Maret kembali meningkat menjadi sekitar 390 ribu kunjungan. Menurutnya, angka tersebut diperoleh dari berbagai sumber pendataan, mulai laporan pengelola destinasi wisata, sektor akomodasi, hingga analisis perangkat digital yang digunakan untuk memantau pergerakan wisatawan di Kota Batu.

“Saat ini tingkat pelaporan yang telah terverifikasi mencapai sekitar 77 persen sehingga masih berpotensi mengalami penyesuaian seiring masuknya data tambahan dari berbagai pemangku kepentingan,” kata Onny.

Libur Nasional Dorong Lonjakan Wisatawan

Mantan Kadiskominfo itu membeberkan memasuki periode libur nasional dan cuti bersama pada Mei 2026, Dinas Pariwisata Kota Batu memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan berada pada kisaran 540 ribu hingga 590 ribu orang. Proyeksi tersebut memperlihatkan sektor pariwisata Kota Batu masih memiliki daya tarik yang kuat, bahkan berpeluang mencatatkan performa lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

“Mayoritas wisatawan yang datang masih berasal dari wilayah Jawa Timur. Namun, Dinas Pariwisata juga mencatat peningkatan signifikan wisatawan dari Jakarta Raya dan Jawa Barat yang mulai menjadikan Kota Batu sebagai destinasi favorit,” tutur dia.

Ia memaparkan selain jumlah kunjungan, pemerintah juga memantau lama tinggal wisatawan sebagai indikator penting untuk mengukur dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha dan masyarakat.

Wisata Alam Jadi Primadona Baru

Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata wisatawan menghabiskan waktu dua hingga tiga malam selama berada di Kota Batu. Durasi tersebut dinilai cukup baik karena berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel, konsumsi wisatawan, hingga aktivitas ekonomi lokal. Onny menjelaskan penghitungan statistik pariwisata tidak hanya berdasarkan kendaraan yang masuk ke suatu wilayah, tetapi menggunakan berbagai indikator yang mampu menggambarkan aktivitas wisata secara lebih akurat.

“Sejumlah destinasi unggulan seperti Coban Talun, Coban Rais, serta berbagai objek wisata alam lainnya menjadi titik utama pemantauan kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Menurutnya, tren terbaru menunjukkan wisata berbasis alam semakin diminati karena menawarkan suasana sejuk, panorama pegunungan, dan pengalaman rekreasi yang berbeda dibandingkan destinasi perkotaan.

Onny Ardianto Fokus pada Kualitas Pariwisata

Di tengah meningkatnya jumlah kunjungan, Pemerintah Kota Batu tidak hanya berorientasi pada kuantitas wisatawan. Onny Ardianto, menilai kualitas layanan harus menjadi perhatian utama agar pertumbuhan pariwisata memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia sektor hospitality melalui berbagai pelatihan dan kompetisi, termasuk International Hospitality Bed Making Competition yang melibatkan pelaku industri perhotelan,” terang dia.

Menurut Onny, kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam membangun pengalaman wisata yang positif sehingga wisatawan terdorong untuk kembali berkunjung ke Kota Batu.

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak hanya terlihat dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diterima wisatawan. SDM yang profesional akan menjadi kunci menjaga daya saing pariwisata Kota Batu di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat,” tegas Alfi.

Alun-Alun Batu Jadi Magnet Wisata

Selain destinasi wisata utama, kawasan Alun-Alun Kota Batu juga menjadi salah satu magnet yang berkontribusi besar terhadap pergerakan wisatawan. Hampir seluruh wisatawan yang datang ke Kota Batu menyempatkan diri berkunjung ke kawasan tersebut untuk menikmati wisata kuliner, ruang terbuka, fasilitas ibadah, hingga berbagai aktivitas rekreasi keluarga.

“Karena itu, Dinas Pariwisata memasukkan Alun-Alun Kota Batu sebagai bagian dari daya tarik wisata yang ikut memengaruhi pola kunjungan wisatawan selama berada di Kota Batu. Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, didukung penguatan kualitas layanan dan pengembangan SDM pariwisata, Kota Batu optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia,” tutup dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *