google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Alfi Nurhidayat Pastikan SPMB Kota Batu 2026 Transparan, Operator Sekolah Jalani Bimtek Sistem Baru

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Dinas Pendidikan Kota Batu terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi SPMB bagi seluruh operator sekolah untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar dan minim kendala.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahyawisesa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya antisipasi terhadap berbagai persoalan teknis yang berpotensi muncul saat pelaksanaan SPMB secara resmi.bMenurutnya, uji coba sistem yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang positif dan seluruh tahapan simulasi berjalan sesuai harapan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan uji coba sistem berjalan lancar. Kegiatan ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi agar berbagai kendala teknis dapat diminimalkan ketika SPMB resmi dibuka,” ucap Cahyawisesa.

Jalur Afirmasi Dibuka Lebih Awal

Cahyawisesa menjelaskan jalur afirmasi akan menjadi tahapan pertama yang dibuka dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Jalur tersebut dipilih sebagai tahap awal karena jumlah pendaftarnya relatif lebih sedikit dibandingkan jalur domisili, prestasi, maupun mutasi.

“Melalui simulasi yang dilakukan, para operator sekolah diberikan kesempatan untuk memahami berbagai pembaruan sistem yang diterapkan pada aplikasi SPMB tahun ini,” tutur dia.

Menurutnya, setiap tahun aplikasi penerimaan peserta didik baru selalu mengalami pengembangan baik dari sisi tampilan, fitur, maupun kemudahan penggunaan sehingga diperlukan penyesuaian sejak dini.

“Selain operator sekolah, para kepala sekolah juga dilibatkan dalam pelatihan agar mampu memberikan informasi yang akurat kepada orang tua dan calon peserta didik selama proses pendaftaran berlangsung,” ungkap pria yang akrab disapa Sesa itu.

Aturan Domisili dan Mutasi Diperketat

Sesa menyebutkan pada pelaksanaan SPMB 2026, terdapat sembilan SMP negeri di Kota Batu yang akan menerima peserta didik baru melalui empat jalur penerimaan, yakni afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi.

“Khusus jalur domisili, Pemerintah Kota Batu menerapkan ketentuan yang lebih ketat guna mencegah praktik perpindahan alamat yang dilakukan hanya untuk kepentingan pendaftaran sekolah,” terang dia.

Kartu Keluarga yang digunakan sebagai syarat pendaftaran wajib telah diterbitkan minimal satu tahun sebelum pelaksanaan SPMB. Ketentuan tersebut sekaligus menutup peluang penggunaan dokumen domisili yang dibuat menjelang masa pendaftaran.

“Sementara pada jalur mutasi, perpindahan tugas orang tua harus dibuktikan dengan dokumen resmi dari instansi terkait dan masa mutasi tidak boleh melebihi satu tahun sejak surat diterbitkan,” ucap dia.

Alfi Nurhidayat Tegaskan Komitmen Transparansi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan seluruh persiapan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik yang baik.bMenurut Alfi, kesiapan tidak hanya berfokus pada infrastruktur teknologi dan penyempurnaan aplikasi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang akan mengoperasikan sistem di masing-masing sekolah.

“Dari sisi teknologi, aplikasi terus kami sempurnakan agar lebih mudah digunakan, lebih stabil, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sementara operator sekolah juga kami bekali agar memahami seluruh mekanisme yang berlaku,” kata Alfi.

Mantan Kepala Dinas PUPR Kota Batu itu menekankan seluruh ketentuan yang digunakan dalam SPMB telah dirumuskan bersama berbagai pihak yang berkompeten sehingga harus menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan.

Prioritaskan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Alfi memastikan Dinas Pendidikan Kota Batu akan mengawal seluruh tahapan SPMB agar berjalan tertib, adil, dan sesuai regulasi yang berlaku. Ia menegaskan tujuan utama pelaksanaan SPMB adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan.

“Selain sekolah negeri, sejumlah sekolah swasta di Kota Batu juga telah membuka penerimaan peserta didik baru dengan mekanisme yang disesuaikan kebijakan masing-masing penyelenggara pendidikan,” ungkap dia.

“Pada dasarnya kami ingin memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar, tertib, transparan, dan mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat Kota Batu,” pungkas Alfi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *