google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Porserosi Kota Malang Minta Lintasan Sepatu Roda Segera Dibangun, Targetkan Tujuh Emas di Porprov Jatim 2027

  • Bagikan
Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Porserosi Kota Malang Masa Bakti 2025–2029 yang digelar di Savana Hotel & Convention, Selasa (7/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep,iKoneksi.com)
banner 468x60
Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Porserosi Kota Malang Masa Bakti 2025–2029 yang digelar di Savana Hotel & Convention, Selasa (7/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep,iKoneksi.com)

Kota Malang, iKoneksi.com – Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Malang kembali mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Malang agar segera merealisasikan pembangunan lintasan sepatu roda permanen. Permintaan itu disampaikan dalam Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Porserosi Kota Malang Masa Bakti 2025–2029 yang digelar di Savana Hotel & Convention, Selasa (7/7/2026).

Desakan tersebut muncul karena prestasi atlet sepatu roda Kota Malang terus meningkat, sementara hingga kini mereka belum memiliki lintasan latihan yang representatif. Kondisi itu dinilai menjadi hambatan dalam pembinaan atlet yang ditargetkan mampu meningkatkan perolehan medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Ketua Umum Porserosi Kota Malang, Erman Hernadi, ST., M.Ars, mengatakan Kota Malang sebenarnya pernah memiliki lintasan sepatu roda. Namun, fasilitas tersebut kini tidak lagi dapat dimanfaatkan sehingga para atlet harus berlatih di berbagai lokasi.

“Kalau saya ditanya teman-teman dari Porserosi daerah lain, saya bingung menjawabnya. Dibilang Kota Malang punya lintasan, memang pernah punya, tetapi belum bisa digunakan. Dibilang tidak punya, sebenarnya ada. Karena itu kami berharap lintasan sepatu roda ini segera direalisasikan. Apalagi prestasi sepatu roda menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Kota Malang,” ujar Erman.

Menurutnya, capaian atlet Kota Malang membuktikan bahwa cabang olahraga tersebut layak mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Pada Porprov sebelumnya, Porserosi Kota Malang menyumbangkan empat medali emas, empat perak, dan dua perunggu. Dengan dukungan fasilitas latihan yang memadai, pihaknya optimistis target pada Porprov 2027 dapat ditingkatkan menjadi tujuh medali emas, lima perak dan tiga perunggu.

Erman menegaskan, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil mengingat atlet-atlet Kota Malang telah menorehkan prestasi hingga level internasional.

“Atlet sepatu roda Kota Malang sudah ada yang tampil di Olimpiade dan mampu menembus empat besar dunia. Selain itu, atlet-atlet kita juga sudah berprestasi di tingkat Asia Tenggara maupun Asia. Bahkan pada PON kemarin, medali emas Jawa Timur berasal dari atlet Kota Malang. Karena itu kami memohon dukungan Pemerintah Kota Malang agar segera memfasilitasi kebutuhan lintasan sepatu roda. Kalau lintasan ini bisa direalisasikan, kami yakin prestasi atlet akan semakin meningkat dan semakin membanggakan Kota Malang,” katanya.

Menanggapi permintaan tersebut, Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M. mengakui persoalan fasilitas olahraga, termasuk lintasan sepatu roda, telah beberapa kali disampaikan kepadanya. Ia memastikan pemerintah tidak menutup mata terhadap kebutuhan atlet dan sedang mencari solusi terbaik terkait pembangunan maupun rehabilitasi sarana tersebut.

Wahyu menjelaskan, pemerintah masih mengkaji sejumlah alternatif karena terdapat persoalan status aset dan pembiayaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar pembangunan lintasan dapat direalisasikan tanpa menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.

“Kami sudah beberapa kali menerima laporan terkait fasilitas yang dibutuhkan Porserosi. Memang banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan satu per satu. Untuk lintasan sepatu roda ini kami sedang mencari solusi terbaik, apakah dilakukan rehabilitasi atau melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi. Yang jelas kami ingin fasilitas ini nantinya bisa dimanfaatkan atlet secara maksimal dan tidak menimbulkan persoalan dari sisi aset maupun pengelolaannya,” kata Wahyu.

Ia juga memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih atlet sepatu roda Kota Malang. Berdasarkan data yang diterimanya, Kota Malang berada di peringkat empat perolehan medali cabang sepatu roda pada Porprov Jawa Timur, hanya terpaut satu medali emas dari Kabupaten Malang. Karena itu, target tujuh medali emas pada Porprov 2027 dinilai layak diperjuangkan melalui peningkatan kualitas pembinaan dan penyediaan sarana latihan yang memadai.

“Pelantikan pengurus Porserosi Kota Malang periode 2025–2029 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam membina atlet sejak usia dini. Namun, di balik prosesi pengukuhan tersebut, kebutuhan akan lintasan sepatu roda menjadi pesan utama yang disuarakan kepada pemerintah. Harapannya, prestasi yang telah dibuktikan atlet Kota Malang dapat diimbangi dengan penyediaan fasilitas latihan yang representatif sehingga target tujuh emas pada Porprov Jawa Timur 2027 bukan sekadar ambisi, melainkan target yang realistis untuk diwujudkan,” pungkas politisi Gerindra itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *