google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗠𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗧𝗲𝗸𝗻𝗼𝗹𝗼𝗴𝗶 𝗝𝗲𝗽𝗮𝗻𝗴, 𝗦𝗮𝘆𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗶𝗻𝘀𝗶𝗽 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮

  • Bagikan
banner 468x60

Tokyo, iKoneksi.com – Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan kemajuan teknologi, industri, dan sistem transportasi yang menjadi rujukan dunia. Berbagai inovasi yang lahir dari negara ini telah membentuk persepsi global bahwa teknologi merupakan kekuatan utama Jepang. Selama mengikuti kegiatan akademik di Jepang, saya memperoleh pengalaman yang memberikan sudut pandang berbeda terhadap persepsi tersebut.

Selama berada di Kyoto dan Tokyo, saya melakukan observasi lapangan dan wawancara yang didampingi oleh promotor saya, Prof. Dr. Wilson Bangun, untuk mengkaji praktik pelayanan publik pada berbagai sektor. Pengalaman tersebut memperkaya perspektif akademik saya, terutama karena memiliki keterkaitan langsung dengan penelitian disertasi mengenai Pengembangan Model Determinan Capaian Kinerja Pelayanan Publik Terpadu Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat Berbasis Kearifan Lokal. Dari rangkaian observasi tersebut, saya melihat bahwa pelayanan publik merupakan salah satu fondasi penting yang memperkuat pembangunan ekonomi, menjaga identitas budaya, membangun kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan daya saing suatu negara.

𝗢𝗯𝘀𝗲𝗿𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮, pelayanan publik di Jepang dikembangkan berdasarkan potensi unggulan setiap daerah. Kyoto memberikan contoh yang sangat jelas. Kawasan Kiyomizu-dera didukung oleh sistem transportasi yang terintegrasi, lingkungan yang bersih, keamanan yang terjaga, dan penataan kawasan yang tertib. Kondisi tersebut menghadirkan pengalaman yang nyaman bagi wisatawan sekaligus menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, kerajinan, serta jasa masyarakat di sekitarnya. Potensi budaya berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi karena didukung oleh pelayanan publik yang berkualitas.

𝗢𝗯𝘀𝗲𝗿𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗱𝘂𝗮, kepercayaan masyarakat dibangun melalui kualitas pelayanan yang konsisten. Ketepatan waktu Shinkansen mencerminkan budaya kerja yang disiplin, profesional, dan akuntabel. Kepastian pelayanan tersebut membentuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik sekaligus memperkuat kepatuhan terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Dalam perspektif administrasi publik, kepercayaan merupakan modal sosial yang sangat menentukan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

𝗢𝗯𝘀𝗲𝗿𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘁𝗶𝗴𝗮, desentralisasi memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan pelayanan sesuai karakter wilayahnya. Pemerintah Kota Kyoto mempertahankan kawasan bersejarah melalui pembatasan ketinggian bangunan sehingga identitas budaya tetap terpelihara dan aktivitas ekonomi terus berkembang. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi dapat berjalan secara harmonis apabila didukung oleh tata kelola pelayanan publik yang adaptif.

𝗢𝗯𝘀𝗲𝗿𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁, Jepang memandang infrastruktur sebagai bagian dari pelayanan publik. Tokyo Station menjadi simpul transportasi yang menghubungkan berbagai moda perjalanan secara efisien sehingga mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi. Infrastruktur dibangun untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

𝗢𝗯𝘀𝗲𝗿𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗹𝗶𝗺𝗮, budaya ditempatkan sebagai aset pembangunan daerah. Fushimi Inari Taisha berkembang menjadi destinasi wisata dunia yang menciptakan aktivitas ekonomi pada sektor perdagangan, kuliner, transportasi, perhotelan, dan usaha masyarakat. Pelestarian budaya memberikan nilai ekonomi yang tinggi ketika didukung oleh tata kelola pelayanan publik yang efektif.

Hasil observasi tersebut memperkuat keyakinan saya bahwa kemajuan Jepang tidak berdiri sendiri di atas teknologi. Teknologi berkembang dalam lingkungan yang dibangun oleh budaya melayani, tata kelola pemerintahan yang konsisten, disiplin organisasi, serta komitmen menghadirkan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Hubungan antarelemen tersebut membentuk ekosistem pembangunan yang saling menguatkan.

Pengalaman di Jepang memberikan refleksi yang penting bagi Indonesia. Setiap daerah memiliki karakter sosial, budaya, sumber daya, dan tantangan yang berbeda sehingga pendekatan pelayanan publik memerlukan model yang sesuai dengan kondisi lokal. Perspektif tersebut memperkuat arah penelitian disertasi yang sedang saya lakukan di Kabupaten Pakpak Bharat, yaitu mengembangkan model pelayanan publik terpadu yang berlandaskan kearifan lokal. Saya meyakini bahwa pelayanan publik yang adaptif, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan menghargai nilai-nilai lokal akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Penulis: Saut Boangmanalu (Pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Utara
Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pelayanan Publik, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan
Peneliti Disertasi: Pengembangan Model Determinan Capaian Kinerja Pelayanan Publik Terpadu Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat Berbasis Kearifan Lokal)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *