google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Industri Hotel Kota Batu Butuh SDM Siap Mental, Bukan Sekadar Terampil

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com– Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang pernah menjalani magang di hotel memiliki peluang lebih besar untuk direkrut sebagai karyawan. Bagi pelaku industri perhotelan di Kota Batu, rekam jejak selama praktik kerja lapangan dinilai jauh lebih akurat dibanding sekadar hasil wawancara kerja.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan, masa magang menjadi proses penting bagi hotel untuk mengenali karakter dan kemampuan calon pekerja. Selama enam bulan, pihak hotel dapat menilai etos kerja, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama hingga jiwa kepemimpinan peserta magang.

“Kalau magang enam bulan itu kelihatan. Mana yang rajin, mana yang hanya pura-pura rajin, siapa yang bisa bekerja dalam tim, sampai yang punya jiwa kepemimpinan. Itu jauh lebih mudah dinilai,” ujarnya.

Menurut Sujud, tidak sedikit peserta magang dari berbagai daerah, seperti Blitar, Banyuwangi hingga Jember, yang akhirnya langsung direkrut setelah lulus sekolah. Sebaliknya, pelamar yang datang tanpa pengalaman magang di hotel relatif lebih sedikit diterima karena perusahaan belum mengenal karakter mereka.

Ia menjelaskan, proses wawancara singkat tidak selalu cukup untuk menggambarkan kualitas seseorang. Sebab, kemampuan maupun sikap pelamar belum tentu langsung terlihat dalam satu kali pertemuan.

“Kalau hanya sekali bertemu saat wawancara, tidak semua orang bisa langsung membaca karakter pelamar. Karena itu, kami lebih percaya pada track record selama magang,” katanya.

Selain pengalaman kerja, kesiapan mental lulusan SMK juga menjadi perhatian industri perhotelan. Menurut Sujud, secara kompetensi teknis para lulusan sudah cukup baik. Namun, mereka masih memerlukan pembekalan untuk menghadapi ritme kerja, persaingan, serta budaya kerja profesional di dunia industri.

Karena itu, PHRI mendorong pemerintah menghadirkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang secara khusus menyiapkan tenaga kerja sektor perhotelan dan food and beverage (F&B) di Kota Batu.

“Anak-anak SMK sebenarnya siap secara keterampilan. Tetapi dunia kerja itu berbeda. Mereka perlu dibekali lagi soal mental, kerja tim, dan budaya kerja sebelum benar-benar masuk ke industri,” jelasnya.

Saat ini memang telah tersedia sejumlah BLK. Namun, menurut Sujud, lembaga tersebut belum secara khusus berfokus pada kebutuhan industri perhotelan. Ia berharap Kota Batu memiliki BLK yang menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan hotel, mulai pelayanan kamar, tata boga, hingga layanan makanan dan minuman.

Dengan skema tersebut, lulusan SMK diharapkan memiliki masa transisi sebelum masuk dunia kerja. Sementara hotel memperoleh tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga siap menghadapi tuntutan industri jasa yang mengedepankan pelayanan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *