google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Buka Lomba Menembak, Kapolda Jatim Tekankan Profesionalisme Penggunaan Senjata Api

  • Bagikan
Polda Jatim Buka Lomba Menembak
banner 468x60
Polda Jatim Buka Lomba Menembak

Surabaya, iKoneksi.com – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, menegaskan bahwa penggunaan senjata api oleh anggota Polri adalah langkah terakhir yang hanya boleh dilakukan secara profesional, proporsional, sesuai aturan hukum, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penegasan itu disampaikan saat membuka Lomba Menembak Kapolda Jatim Cup 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Ajang ini diikuti para Kapolres dan personel jajaran Polda Jatim di Lapangan Tembak Mapolda Jatim, Rabu (8/7/2026).

Menurut Kapolda, lomba menembak bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari pembinaan kemampuan personel agar semakin profesional dalam menjalankan tugas, khususnya bagi anggota yang memiliki kewenangan menggunakan senjata api.

Selain melatih keterampilan teknis, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter disiplin, pengendalian diri, ketangguhan mental, serta kesadaran penuh akan pentingnya keselamatan dan tanggung jawab dalam penggunaan senjata api.

“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi memiliki nilai strategis sebagai sarana pembinaan kemampuan, kedisiplinan, dan profesionalisme personel dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Irjen Pol. Nanang Avianto.

Kapolda menekankan bahwa kemampuan menggunakan senjata api secara aman dan sesuai prosedur harus terus dipelihara melalui latihan terukur dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, dalam doktrin kepolisian modern, senjata api bukanlah alat utama, melainkan opsi terakhir yang digunakan hanya bila benar-benar diperlukan sesuai prinsip legalitas, nesesitas, proporsionalitas, akuntabilitas, dan SOP yang berlaku.

“Senjata api bukan alat utama dalam bertugas, melainkan alternatif terakhir. Setiap peluru yang dilepaskan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum, prosedur, maupun moral,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan bahwa di era keterbukaan informasi, setiap tindakan anggota Polri menjadi sorotan publik. Karena itu, profesionalisme dan akuntabilitas harus selalu dijaga.

Ia menambahkan, keterampilan tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui pendidikan, pelatihan, dan evaluasi berkelanjutan agar personel siap menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan itu, Kapolda mengajak seluruh jajaran untuk terus menggelorakan semangat “Jogo Jatim” sebagai komitmen Polda Jatim dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“‘Jogo Jatim’ bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menjaga keamanan, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan sehingga situasi kamtibmas tetap aman, damai, dan kondusif, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *