google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gebrakan Baihaqi: Kota Malang Siapkan Wisata Becak Listrik Terintegrasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Pemerintah Kota Malang mulai menyiapkan langkah baru dalam mengembangkan sektor pariwisata. Melalui konsep wisata berbasis becak listrik, kota ini berupaya menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi, menegaskan inovasi ini tidak sekadar menghadirkan moda transportasi ramah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar penguatan destinasi wisata kota.

“Harapannya, becak listrik ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga tetap memberi manfaat ekonomi bagi para pengayuh becak,” kata Baihaqi.

Disiapkan Matang, Regulasi Masih Digodok

Baihaqi mengungkapkan, hingga saat ini regulasi operasional becak listrik masih dalam tahap penyusunan. Proses ini melibatkan sejumlah perangkat daerah, dengan Dinas Perhubungan sebagai leading sector. Hal tersebut karena pengoperasian becak listrik akan bersinggungan langsung dengan penggunaan ruas jalan di Kota Malang. Pengaturan jalur dinilai menjadi aspek krusial agar program ini berjalan aman dan tertib.

“Leading sector-nya di Dishub, karena nanti becak listrik akan melintasi beberapa ruas jalan,” sebut dia.

Pendekatan ini dikatakan Baihaqi menunjukkan pemerintah tidak ingin gegabah. Setiap detail, mulai dari jalur hingga teknis operasional, disiapkan agar implementasi berjalan optimal tanpa menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Dari Alun-Alun hingga Sentra Industri, Rute Disiapkan

Yang menarik, becak listrik ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi biasa. Pemerintah merancangnya sebagai bagian dari paket wisata terintegrasi yang menghubungkan berbagai titik unggulan di Kota Malang. Baihaqi menyebut, rute yang disiapkan akan mencakup kawasan strategis seperti Alun-Alun Kota Malang, sentra tempe Sanan, hingga sentra kerajinan keramik.

“Nanti ada paket jalur wisata. Jadi wisatawan bisa menikmati perjalanan sambil mengunjungi berbagai destinasi,” ungkapnya.

“Konsep ini diharapkan mampu memperpanjang durasi kunjungan wisatawan sekaligus mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor, khususnya UMKM,” lanjutnya.

30 Unit untuk Wisata, Ratusan Tetap untuk Rakyat

Dalam tahap awal, sekitar 30 unit becak listrik akan difokuskan untuk layanan wisata. Sementara itu, sekitar 170 unit lainnya tetap digunakan oleh para pengayuh becak untuk kebutuhan transportasi harian masyarakat. Skema ini menunjukkan upaya Pemkot Malang untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan keberlangsungan mata pencaharian tradisional.

Baihaqi menekankan, modernisasi tidak boleh menggeser peran masyarakat kecil, melainkan harus menjadi peluang baru yang memperkuat ekonomi mereka.

Lebih dari Sekadar Inovasi, Ini Soal Arah Pariwisata

Ia membeberkan program becak listrik menjadi sinyal kuat bahwa Kota Malang mulai bergerak menuju konsep pariwisata berkelanjutan. Tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga inklusif secara ekonomi.

“Dengan memadukan transportasi tradisional dan teknologi modern, Pemkot Malang mencoba menghadirkan identitas wisata yang unik dan kompetitif,” serunya.

Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh kesiapan regulasi, dukungan infrastruktur, serta penerimaan masyarakat. Namun satu hal yang pasti, langkah yang digagas Baihaqi ini membuka babak baru dalam wajah pariwisata Kota Malang lebih hijau, lebih terintegrasi, dan lebih berpihak pada masyarakat.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *