Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Desa Wisata Sumbergondo Raih Peringkat Keenam WIA 2026, Bersaing dengan 60 Desa di Jawa Timur

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Desa Wisata Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, berhasil menorehkan prestasi di tingkat Jawa Timur. Sumbergondo menempati peringkat keenam dalam Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026 kategori 10 Desa Wisata Terbaik Jawa Timur.

Capaian tersebut menjadi sorotan karena Sumbergondo harus bersaing dengan puluhan desa wisata dari berbagai daerah. Dari total 60 desa wisata yang mendaftar, sebanyak 38 desa kemudian diusulkan pemerintah kabupaten/kota untuk mengikuti tahapan kurasi.

Proses penilaian dilakukan oleh tiga kurator yang berasal dari unsur akademisi, komunitas, dan praktisi pariwisata. Hasil kurasi menempatkan Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang, di posisi pertama.

Posisi berikutnya ditempati Desa Wisata Poncokusumo Kabupaten Malang dan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. Desa Klepu Jayandaru Kabupaten Ponorogo berada di peringkat keempat, sementara Desa Wisata Bahari Nglebeng Kabupaten Trenggalek menempati posisi kelima. Sumbergondo kemudian berada di urutan keenam.

Disparta Kota Batu Bangga

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyambut capaian tersebut sebagai bukti bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kota Batu mampu bersaing di tingkat regional. Menurut Onny, masuknya Sumbergondo dalam jajaran 10 besar WIA 2026 menjadi kebanggaan sekaligus bukti konsistensi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.

“Ini kebanggaan tersendiri bagi kami, bisa mengantarkan Desa Wisata Sumbergondo masuk 10 besar WIA 2026,” ucap Onny.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi pengelola bersama masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Pengembangan desa wisata, kata dia, harus terus diarahkan pada lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan daya saing destinasi. Namun, Onny mengingatkan prestasi tersebut tidak boleh membuat pengelola terlena.

“Hasil WIA 2026 justru harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan, mulai dari kualitas destinasi, pelayanan kepada wisatawan hingga upaya mempertahankan kearifan lokal,” ucap mantan Kadiskominfo Kota Batu itu.

“Kami terus mendorong pengelola desa wisata mampu menghasilkan inovasi yang membanggakan serta berdaya saing,” tegasnya.

Sumbergondo Jadi Pemicu Desa Wisata Lain

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman berharap keberhasilan Sumbergondo dapat menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Kota Batu untuk mengembangkan potensi wilayah masing-masing. Menurutnya, setiap desa memiliki karakter dan kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Optimalkan potensi yang ada di desa masing-masing agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tekan Nurochman.

Capaian Sumbergondo di WIA 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa kekuatan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga kemampuan masyarakat menjaga potensi lokal dan mengemasnya menjadi pengalaman wisata yang berkelanjutan.

“Bagi Kota Batu, prestasi tersebut menjadi tambahan modal untuk memperkuat konsep pariwisata berbasis masyarakat di tengah persaingan desa wisata Jawa Timur yang semakin ketat,” pungkas politisi PKB itu.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *