Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Festival Mbois 11 Malang Menyala Tak Sekadar Sajikan Musik, Pengunjung Dimanjakan Pameran dan UMKM

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Festival Mbois 11 Malang Menyala tidak sekadar menyulap Stadion Gajayana menjadi panggung pertunjukan musik. Selama gelaran berlangsung, penonton juga disuguhi beragam aktivitas lain, mulai pameran, stan UMKM hingga ruang-ruang kreatif yang membuat pengalaman berkunjung tak berhenti di depan panggung.

Konsep tersebut menjadi salah satu hal yang dirasakan penonton. Sabrina, salah seorang pengunjung asal Blitar, menilai Festival Mbois 11 cukup seru untuk dinikmati. Terlebih, gelaran berlangsung pada malam hari sehingga suasana di area festival terasa lebih nyaman.

“Kalau buat aku seru banget. Suasananya enak juga, nyaman,” ujar Sabrina.

Bagi Sabrina, daya tarik festival juga terletak pada banyaknya guest star yang dihadirkan. Lineup yang beragam membuat pertunjukan musik sepanjang festival dinilai tidak berjalan monoton.

“Enjoy aja sih karena guest starnya juga banyak, jadi nggak monoton. Panitianya juga membantu banget,” kata Sabrina.

Festival Mbois 11 memang menghadirkan puluhan nama dan kelompok musik dalam rangkaian acaranya. Sejumlah penampil yang tercantum dalam agenda antara lain Rebellion Rose, Stand Here Alone, Ajeng Febria, MCPR, Arema Voice, Begundal Lowokwaru, Coldiac, Iksan Skuter, Wara Valerie, D’Kross, Samlion, Antipathy, Apa Rapper hingga The Binals. Selain itu, masih ada sejumlah musisi dan komunitas lain yang mengisi panggung Malang Menyala.

Namun, pengunjung lainnya asal Surabaya Zidan, mengatakan panggung musik bukan satu-satunya magnet Festival Mbois 11. Banyaknya pameran dan stan UMKM justru membuat pengunjung punya alasan untuk berkeliling dan mengeksplorasi area festival.

“Seru banget. Pameran-pamerannya banyak, UMKM-nya apalagi, banyak banget. Jadi banyak pilihan yang bisa dinikmati selain musiknya,” ungkap Zidan.

Hal itu membuat pengalaman pengunjung di Festival Mbois 11 terasa lebih beragam. Penonton tidak hanya datang untuk menunggu penampilan musisi favorit, tetapi juga dapat menghabiskan waktu dengan menjelajahi stan UMKM, melihat pameran dan menikmati berbagai aktivitas kreatif yang tersedia.

“Kondisi tersebut sekaligus membuat Stadion Gajayana tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pertunjukan. Selama tiga hari pelaksanaan, kawasan tersebut menjadi titik temu antara musik, komunitas, kreativitas dan aktivitas ekonomi masyarakat,” beber Zidan.

Festival Mbois 11 Malang Menyala digelar pada 21–23 Agustus 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang. Gelaran ini membawa semangat menghidupkan ruang kreatif dengan melibatkan banyak pelaku seni, komunitas, UMKM serta berbagai pihak dalam satu kawasan festival.

“Bagi penonton, perpaduan tersebut yang membuat Mbois 11 memiliki warna berbeda. Musik tetap menjadi daya tarik utama, tetapi pengalaman yang ditawarkan tidak berhenti ketika satu penampilan di atas panggung selesai. Pengunjung masih memiliki banyak aktivitas untuk dinikmati di area festival,” pungkas Zidan.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *