Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Banyu Biru Ajak Pelaku Ekraf Mojokerto Berani Tembus Pasar Digital

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Mojokerto, iKoneksi.com – Upaya memperkuat daya saing produk kreatif nasional kembali dilakukan melalui kolaborasi legislatif dan pemerintah pusat. Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Mojokerto Kab/Kota, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kab/Kota Madiun, Banyu Biru Djarot, menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI untuk menggelar Workshop Video Promosi Produk Kreatif di Hotel Aston Mojokerto, Jumat (21/11/2025). Workshop ini mengusung tema “Produksi Video Promosi Berkualitas untuk Meningkatkan Nilai dan Daya Tarik Produk Kreatif Indonesia” dan dihadiri puluhan pelaku UMKM kreatif se-Mojokerto Raya.

Sejak pagi, ruang pertemuan hotel sudah dipenuhi peserta yang membawa harapan besar untuk meningkatkan kualitas pemasaran bisnis mereka. Tidak sedikit dari mereka yang selama ini mengandalkan media sosial untuk memasarkan produk, tetapi masih kesulitan menampilkan konten visual yang menarik dan mampu bersaing di tengah derasnya algoritma.

Dalam sambutan pembukaan, Banyu Biru Djarot menegaskan masa depan pemasaran produk kreatif Indonesia ditentukan oleh kemampuan pelaku UMKM dalam menguasai konten visual. Ia menjelaskan bahwa logika pemasaran digital saat ini tidak hanya bertumpu pada kualitas produk, melainkan pada kualitas narasi visual yang menyertainya.

“Kalau bicara video promosi, intinya adalah konten. Algoritma mendorong viralitas berdasarkan konten yang menarik. Semakin bagus videomu, semakin besar peluang orang melihat, penasaran, hingga akhirnya membeli,” kata Banyu Biru di hadapan peserta.

Ia mencontohkan fenomena para pedagang yang mendadak naik daun setelah masuk ke TikTok Shop.

“Sekarang apa-apa jualannya lewat TikTok. Mama-mama itu yang biasanya jualan di pasar tradisional, sekarang jadi ahli jualan di TikTok. Karena apa? Karena kontennya tepat sasaran. Nah, workshop ini biar jenengan semua bisa buat konten yang lebih bagus, lebih menarik, dan tentu membawa keuntungan ekonomi,” sebutnya.

Banyu Biru menekankan pelaku UMKM harus berani beradaptasi dengan multi platform baik TikTok, Instagram, YouTube Shorts, hingga marketplace yang kini mengintegrasikan video sebagai fitur utama. Ia juga menuturkan video promosi bukan sekadar gambar bergerak, tetapi sebuah strategi komunikasi yang menuntut kreativitas, pemahaman tren, hingga penampilan produk yang estetis.

“Kalau kontennya bagus, visualnya rapi, narasinya kuat, Insya Allah ada nilai tambah dan nilai berkah yang ikut,” tegasnya.

Banyu mengatakan sesi selanjutnya diisi oleh narasumber utama, Latief, praktisi konten digital yang dikenal memiliki keahlian dalam produksi video UMKM. Ia memberikan panduan lengkap mulai dari teknik framing sederhana, penggunaan cahaya alami, penentuan alur cerita (storyline), hingga cara membuat hook visual agar penonton bertahan minimal tiga detik pertama sebuah syarat penting agar video terbaca algoritma sebagai konten berkualitas.

Banyu memaparkan 70 persen keberhasilan video promosi tidak ditentukan oleh alat mahal, tetapi oleh kreativitas dan pemahaman konten.

“Yang kalian butuhkan bukan kamera puluhan juta. Kamera HP pun cukup. Yang mahal itu idenya. Kalau idenya kuat, kontennya pasti jalan,” paparnya.

Peserta tampak antusias. Beberapa di antara mereka pengusaha keripik, pengrajin batik, pembuat kopi olahan, hingga produsen kerajinan kayu mengajukan pertanyaan tentang cara membuat konten yang konsisten meski tanpa tim produksi. Banyu menjawab kunci utama adalah perencanaan konten (content planning) dan disiplin produksi yang terjadwal.

“Workshop ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan video promosi menggunakan alat sederhana. Peserta diminta membuat video singkat 15-30 detik untuk menunjukkan bagaimana sebuah produk dapat dikemas lebih menarik hanya dengan memanfaatkan sudut pengambilan gambar yang tepat dan editing dasar,” urainya.

Dalam penutupannya, Banyu menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar workshop, tetapi bagian dari komitmennya untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah pemilihannya. Ia berharap pelaku UMKM tidak lagi tertinggal dalam persaingan digital yang semakin cepat.

“Kita ingin pelaku UMKM Mojokerto dan sekitarnya tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain utama. Produk kita bagus-bagus. Tinggal bagaimana kita mengkomunikasikannya dengan cara yang menarik,” ujarnya.

“Workshop ini menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM kreatif di Mojokerto Raya untuk melangkah lebih percaya diri di pasar digital. Dengan pemahaman baru tentang produksi video promosi, mereka kini membawa bekal yang lebih kuat untuk memperluas jangkauan produk, menangkap pasar baru, dan mendorong ekonomi kreatif Indonesia menuju kelas dunia,” tandasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *