Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Banyu Biru Djarot Tinjau SMK PGRI Sooko, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Kabupaten Mojokerto

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Mojokerto, iKoneksi.com — Suasana di SMK PGRI Sooko Kabupaten Mojokerto mendadak lebih semarak pada Selasa (28/10/2025). Sejumlah siswa dan peserta pelatihan tampak antusias menyambut kedatangan Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, yang melakukan peninjauan langsung ke sekolah tersebut. Dalam kunjungannya, Banyu Biru meninjau dua program unggulan sekolah pelatihan perbaikan pendingin udara (AC) dan pembuatan roti yang menjadi bagian dari upaya pengembangan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

Kedatangan Banyu Biru disambut antusias oleh para peserta pelatihan yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu warga sekitar. Mereka tampak serius mengikuti bimbingan dari para instruktur, namun sesekali suasana cair oleh canda ringan sang legislator muda yang akrab dengan pendekatan humanis dan membumi.

Banyu Biru yang dikenal aktif mendorong penguatan pendidikan vokasi dan energi kreatif nasional, tampak memperhatikan dengan saksama setiap detail kegiatan di bengkel praktik siswa. Saat melihat praktik perbaikan AC, ia mengapresiasi peran pihak sekolah dan pembimbing industri yang telah memberikan pelatihan nyata dan aplikatif bagi para peserta.

“Saya dari Komisi VII, jadi memang perhatian saya salah satunya ada di bidang perindustrian dan energi. Kalau di sini ada Mas Indra yang memberikan pelatihan, itu luar biasa. Harapannya setiap program keahlian di sekolah ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh individu untuk mengembangkan perekonomian mereka masing-masing,” tuturnya kepada iKoneksi.com di sela kegiatan, Selasa (28/10/2025).

Dengan nada santai namun penuh makna, Banyu Biru menambahkan keterampilan seperti memperbaiki AC seharusnya menjadi modal nyata bagi masyarakat untuk mandiri setelah lulus.

“Mudah-mudahan mereka bisa mulai dari memperbaiki AC di rumah sendiri. Syukur-syukur nanti bisa buka jasa kecil-kecilan, terima orderan dari tetangga, lalu berkembang. Itu kan yang kita mau ekonomi mandiri dari keahlian yang bermanfaat,” ucapnya.

Usai meninjau bengkel AC, Banyu Biru bergeser ke ruang pelatihan pembuatan roti. Di sana, suasana tampak lebih hangat dan penuh tawa. Ia menyapa para peserta yang sebagian besar adalah ibu-ibu rumah tangga yang tengah mengikuti pelatihan membuat berbagai jenis roti dan kue bersama instruktur, Mbak Nurul.

“Jadi hari ini belajar bikin apa, Bu? Brownies ya? Kolesterol juga ya?” ujarnya berseloroh, disambut gelak tawa peserta. Candanya mencairkan suasana, namun tak lepas dari pesan penting yaitu pelatihan seperti ini bisa menjadi pintu menuju kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Banyu Biru berharap keterampilan yang diajarkan dapat menjadi peluang nyata.

“Siapa tahu nanti bisa jemput rezeki. Bisa jualan di majlis taklim, di sekolah anak, atau mungkin mulai usaha kecil di rumah. Yang penting ini bermanfaat. Semoga ilmunya barokah,” tuturnya.

Namun, ia menekankan pelatihan tidak boleh berhenti hanya di tahap membuat produk. Aspek higienitas, kontrol kualitas, hingga penentuan harga jual (HPP) juga perlu diajarkan agar produk yang dihasilkan bisa bersaing.

“Kita harus pastikan rasanya enak, tapi harganya juga masuk. Kalau pelanggan puas, nanti ada repeat order. Nah itu kuncinya: kualitas dan konsistensi,” tegasnya.

Dalam dialog santai itu, salah satu peserta pelatihan mengutarakan harapan agar ke depan ada pendampingan lebih lanjut, termasuk akses terhadap sertifikasi halal dan bantuan permodalan. Menanggapi hal itu, Banyu Biru mengatakan dukungan tentu mungkin dilakukan, asalkan pelatihan tersebut menunjukkan hasil dan komitmen nyata dari peserta.

“Kita lihat dulu pelatihannya berjalan atau tidak. Kalau memang ada yang serius dan berprospek bagus, insya Allah bisa kita bantu. Bisa lewat bantuan alat, atau kita sambungkan ke akses permodalan lewat bank-bank milik negara seperti BNI atau Himbara,” jelasnya.

Ia juga mengajak para peserta untuk terus semangat dan mendoakan agar usaha kecil mereka kelak bisa tumbuh besar.

“Doakan saya juga, Bu, biar bisa bantu lebih banyak. Yang penting adonannya pas dan enak dulu. Kalau hasilnya enak, rezekinya Insya Allah juga ikut lancar,” katanya disambut tawa dan tepuk tangan para peserta.

Kunjungan tersebut menunjukkan perhatian nyata seorang legislator terhadap penguatan pendidikan vokasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui interaksi langsung dan bahasa sederhana, Banyu Biru Djarot berhasil menyampaikan pesan bahwa kemandirian ekonomi tidak selalu harus dimulai dari modal besar, melainkan dari keterampilan dan niat untuk belajar.

“Dengan semangat itu, SMK PGRI Sooko kini bukan hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi juga ruang tumbuhnya ekonomi kreatif lokal yang memadukan pendidikan, keterampilan, dan semangat gotong royong,” ungkapnya.

Banyu Biru meninggalkan pesan kuat bagi semua peserta.

“Kita semua bisa jadi bagian dari perubahan, asal mau belajar dan berbuat,” pungkas Banyu Biru.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *