google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

BeSS Mansion Surabaya Sulap Kamar Hotel Jadi Etalase Ikon Surabaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Surabaya, iKoneksi.com – Menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, BeSS Mansion Hotel Surabaya menghadirkan cara berbeda untuk mengenalkan Kota Pahlawan kepada para tamunya. Tidak sekadar menawarkan kenyamanan menginap, hotel ini mengubah kamar-kamar hotel menjadi ruang edukasi yang menampilkan sejarah, budaya, dan ikon kebanggaan Surabaya melalui instalasi mirror art.

General Manager BeSS Mansion Hotel Surabaya, Rudi Wijaya, menyebutkan inovasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui karya visual yang ditempatkan di dalam kamar, para tamu diajak mengenal lebih dekat identitas Surabaya dengan cara yang kreatif dan interaktif.

“Sebanyak 10 ikon khas Kota Surabaya ditampilkan dalam instalasi tersebut. Mulai dari Suro dan Boyo, Tugu Pahlawan, Kya-Kya Pecinan Surabaya, Bambu Runcing, Jembatan Suramadu, Monumen Kapal Selam, Bus Wisata Surabaya, Perahu Wisata Kalimas, hingga kuliner khas Surabaya dan momen bersejarah perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato yang menjadi simbol perjuangan rakyat Surabaya,” ucap dia.

Rudi menekankan langkah ini menjadi bagian dari upaya BeSS Mansion Hotel Surabaya untuk menghadirkan pengalaman menginap yang lebih bermakna. Para tamu tidak hanya menikmati fasilitas hotel, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai sejarah dan budaya kota yang mereka kunjungi.

Ia, mengatakan hotel memiliki peran lebih dari sekadar tempat bermalam. Menurutnya, hotel juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan karakter dan identitas suatu daerah kepada para wisatawan.

“Kami percaya hotel bukan hanya tempat menginap, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan budaya dan identitas suatu kota. Melalui mirror art 10 ikon Surabaya ini, kami berharap setiap tamu dapat membawa pulang cerita dan kesan yang baik tentang Kota Pahlawan,” tutur Rudi.

Konsep tersebut mendapat respons positif karena memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan hotel pada umumnya. Di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin ketat, pendekatan berbasis budaya dan sejarah dinilai mampu menciptakan nilai tambah bagi para tamu.

“Tak hanya menjadi elemen dekoratif, mirror art juga dirancang agar dapat menjadi sarana interaksi. Para tamu dapat mengabadikan momen bersama ilustrasi ikon-ikon Surabaya yang terpampang di kamar hotel, kemudian membagikannya melalui media sosial,” jelas Rudi.

Rudi membeberkan selain memperkuat pengalaman tamu, program ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi BeSS Mansion terhadap perjalanan panjang Kota Surabaya yang kini memasuki usia ke-733 tahun. Kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan itu terus berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata terbesar di Indonesia.

“Melalui program tersebut, BeSS Mansion berharap para wisatawan yang datang tidak hanya mengenal Surabaya sebagai kota tujuan bisnis atau transit, tetapi juga memahami nilai sejarah, budaya, dan semangat perjuangan yang menjadi identitas kota tersebut,” terang dia.

Rudi mengungkapkan instalasi mirror art bertema 10 ikon Surabaya ini dapat dinikmati para tamu selama periode perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733. Kehadirannya menjadi bukti bahwa promosi wisata dan pelestarian identitas daerah dapat dilakukan melalui cara-cara kreatif yang dekat dengan pengalaman masyarakat modern.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *