google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Soekarno Cup U-17 Sumut Diserbu Ribuan Penonton, Panitia Perketat Pengawasan Semifinal

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Serdang Bedagai, iKoneksi.com – Babak akhir fase penyisihan menuju semifinal Liga Kampung Soekarno Cup U-17 DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara diwarnai gelombang protes dari sejumlah peserta terkait kondisi penonton dan suporter yang dinilai kurang kondusif selama pertandingan berlangsung.

Sorotan utama datang dari kubu DPC PDI Perjuangan Deli Serdang. Ketua DPC PDI Perjuangan Deli Serdang Agustiawan Saragih didampingi Sekretaris DPC Bima Nusa serta Bendahara DPC Oki Teger Mahatidana Bangun menilai pengaturan penonton di sekitar lapangan perlu mendapat perhatian serius demi menjaga kualitas pertandingan.

Menurut mereka, antusiasme penonton yang tinggi memang menjadi nilai positif bagi turnamen. Namun, keberadaan penonton yang berada terlalu dekat dengan area pertandingan dinilai berpotensi mengganggu konsentrasi pemain dan memengaruhi jalannya laga.

“Kami berharap pada pertandingan selanjutnya area sekitar lapangan bisa lebih steril. Penonton tentu boleh memberikan dukungan, tetapi jangan sampai berada terlalu dekat atau mengganggu konsentrasi pemain yang sedang bertanding,” ujar Agustiawan.

Keluhan tersebut langsung mendapat respons dari Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Yamitema Laoly. Ia menegaskan sepanjang pertandingan tidak terjadi kerusuhan maupun gangguan keamanan yang serius.

Menurutnya, euforia yang muncul dari para pendukung masih berada dalam batas kewajaran dan merupakan bagian dari atmosfer pertandingan sepak bola tingkat daerah.

“Tidak ada kerusuhan. Memang ada euforia yang mungkin dianggap sedikit berlebihan, tetapi tidak ada pihak yang dirugikan. Itu hanya bentuk kegembiraan para pendukung. Saya rasa masih dalam batas yang wajar,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui adanya sejumlah catatan yang perlu dievaluasi menjelang laga semifinal dan final. Salah satunya adalah pengaturan area penonton agar tidak terlalu dekat dengan lapangan pertandingan. Yamitema memastikan panitia akan meningkatkan pengawasan dan memperketat pembatasan di beberapa titik untuk menjaga kenyamanan pemain maupun penonton.

“Dari sisi keamanan sejauh ini cukup baik. Namun kami akan meminta panitia untuk lebih waspada dan memperhatikan pembatasan di beberapa titik agar pelaksanaan final nanti berjalan lebih tertib dan tidak berlebihan,” ungkap dia.

Final Mundur Sehari

Di tengah polemik tersebut, panitia juga mengumumkan perubahan jadwal pertandingan final. Laga puncak yang semula direncanakan berlangsung pada 9 Juni diputuskan mundur menjadi 10 Juni 2026. Perubahan jadwal dilakukan karena panitia akan menggelar pertandingan ekshibisi yang melibatkan sejumlah tokoh dan komunitas pemuda sebagai bagian dari rangkaian penutupan turnamen.

“Final dijadwalkan tanggal 10 Juni. Jadwal ini mundur sehari dari rencana sebelumnya karena ada pertandingan ekshibisi. Untuk tamu undangan yang akan hadir masih menunggu konfirmasi,” jelas Yamitema.

Sementara itu, Wakabid Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Serdang Bedagai sekaligus bagian dari panitia daerah, Dedi Saputra, memastikan seluruh masukan dari peserta akan menjadi bahan evaluasi.

Menurutnya, membludaknya jumlah penonton selama babak penyisihan dan semifinal menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut.

“Hari ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Euforia penonton memang sangat luar biasa. Karena itu pada final nanti panitia akan membuat garis pembatas atau area khusus bagi penonton agar lebih tertib dan aman,” katanya.

UMKM Tetap Dilibatkan

Selain fokus pada pengamanan, Dedi mengungkapkan panitia juga memastikan pelaku UMKM tetap menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan turnamen hingga partai final. Area UMKM akan ditata lebih rapi guna memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung yang diperkirakan memadati Lapangan PT Fajar Agung saat laga puncak berlangsung.

“Dengan evaluasi pengamanan, penataan penonton, dan perbaikan fasilitas pendukung, panitia berharap partai final Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Sumut dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan tetap menghadirkan atmosfer kompetisi yang sehat bagi seluruh peserta,” tukas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *