Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Dinas Pendidikan Sumut Rancang Sekolah 5 Hari, Ini Dampak Bagi Pariwisata

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan rencana besar yang akan mengubah sistem pendidikan di provinsinya. Dalam sebuah pernyataan resmi, Bobby mengungkapkan bahwa proses belajar mengajar di tingkat SMA/SMK di seluruh Sumatera Utara, baik di sekolah negeri maupun swasta, akan diterapkan dalam sistem lima hari sekolah. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat saat ini.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, mengonfirmasi rencana ini masih dalam tahap kajian. Ia menjelaskan, sistem sekolah lima hari ini adalah bagian dari visi dan misi Gubernur Bobby Nasution yang bertujuan untuk mengoptimalkan proses pendidikan di wilayah tersebut.

“Sekolah 5 hari itu ada visi misi Bapak Gubernur Sumatera Utara untuk melaksanakan sekolah 5 hari di satuan pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, berarti itu SMA/SMK baik negeri maupun swasta,” ungkap Alexander di Medan pada Jumat (2/5/2025).

Tujuan dan Dampak Kebijakan Sekolah 5 Hari

Alexander menambahkan meskipun rencana ini sudah diumumkan, implementasinya masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan kelancaran penerapannya. Rencananya, sekolah lima hari ini akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027, dengan segala persiapan yang matang dan mendalam.

“Insyaallah tahun ini sedang kita buat nanti kajiannya supaya bisa dilaksanakan paling cepat di tahun ajaran berikutnya, berarti tahun ajaran 2026/2027,” jelasnya.

Kebijakan ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa dan guru dalam proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien, tetapi juga diyakini akan berdampak pada sektor lain, terutama sektor pariwisata di Sumatera Utara. Menurut Alexander, adanya perubahan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap industri pariwisata lokal.

“Meskipun rinciannya belum dijelaskan secara detail, dampak terhadap sektor pariwisata ini diprediksi berkaitan dengan aliran wisatawan yang lebih merata pada hari-hari tertentu, dengan lebih banyak waktu luang bagi keluarga siswa untuk beraktivitas,” tutur Alexander.

Sekolah Lima Hari: Apa yang Akan Berubah?

Penerapan sekolah lima hari dalam seminggu diharapkan dapat menciptakan ruang lebih bagi siswa untuk mengembangkan diri di luar sekolah, baik dalam bidang olahraga, seni, atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Sistem ini juga memberikan kesempatan bagi para pendidik untuk berfokus pada peningkatan kualitas pengajaran tanpa tergesa-gesa, dengan hari-hari tertentu digunakan untuk memperdalam materi pelajaran yang ada.

“Namun, meskipun rencana ini mendapat sambutan positif dari sebagian pihak, terdapat pula tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, bagaimana penyesuaian kegiatan ekstrakurikuler dan program lainnya yang biasanya dilaksanakan setelah jam sekolah, mengingat keterbatasan waktu yang ada. Selain itu, orang tua juga perlu menyesuaikan jadwal keluarga mereka dengan perubahan jadwal sekolah yang baru,” ungkap Alexander.

Dampak pada Sektor Pariwisata

Dalam kaitannya dengan pariwisata, kebijakan ini tampaknya dirancang dengan mempertimbangkan pola liburan siswa yang dapat meningkatkan potensi kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Sumatera Utara. Dengan adanya akhir pekan yang lebih panjang bagi siswa dan keluarganya, diharapkan lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang dapat mengunjungi lokasi-lokasi wisata di wilayah tersebut.

“Pariwisata di Sumatera Utara yang sudah dikenal dengan keindahan alam dan budaya lokalnya, seperti Danau Toba, Medan, dan sejumlah destinasi wisata lainnya, dapat memperoleh keuntungan dari perubahan sistem sekolah ini. Waktu luang yang lebih banyak bagi siswa dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan mereka pada potensi wisata daerah, sementara keluarga dapat lebih sering melakukan perjalanan wisata tanpa harus khawatir mengganggu jadwal sekolah anak-anak mereka,” beber Alexander.

Persiapan Menuju Implementasi

Dalam langkah selanjutnya, Dinas Pendidikan Sumut akan terus melakukan kajian dan persiapan untuk memastikan bahwa implementasi kebijakan ini dapat berjalan lancar. Kajian tersebut meliputi aspek-aspek teknis terkait perubahan jam belajar, penataan jadwal pelajaran, serta kemungkinan dampak lainnya, seperti kesiapan fasilitas pendidikan dan dukungan dari berbagai pihak terkait.

“Masyarakat pun akan diajak untuk memberikan masukan terkait kebijakan ini, agar kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat Sumatera Utara. Mengingat pentingnya perubahan ini, pemerintah provinsi berencana untuk menyosialisasikan lebih lanjut mengenai manfaat dan tujuan dari kebijakan sekolah lima hari ini. Dengan kebijakan sekolah lima hari ini, Sumatera Utara berupaya untuk membawa pendidikan yang lebih baik, dengan memberi kesempatan lebih banyak bagi siswa untuk belajar secara lebih efektif dan efisien. Selain itu, dampak positif terhadap sektor pariwisata juga menjadi salah satu harapan yang menyertai kebijakan ini. Meski masih dalam tahap perencanaan dan kajian, kebijakan ini menjanjikan perubahan besar yang dapat mempengaruhi kehidupan banyak orang, baik dalam dunia pendidikan maupun dalam sektor ekonomi lokal,” punglas Alexander. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *