Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

DPRD Kota Malang Usulkan Pengelolaan Velodrome oleh Pihak Ketiga untuk Optimalisasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Keberadaan Velodrome di Malang Timur yang terkesan terbengkalai kini menjadi sorotan DPRD Kota Malang. Melalui usulan yang dilontarkan oleh Ketua Fraksi Nasdem-PSI DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, pemerintah kota didorong untuk menggandeng pihak ketiga dalam mengelola velodrome yang seharusnya dapat berfungsi optimal sebagai sarana olahraga dan rekreasi untuk masyarakat.

Menurut Dito, kondisi Velodrome yang kini berada di bawah pengelolaan pemerintah Provinsi Jawa Timur itu sangat disayangkan, mengingat fasilitas tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan tempat kegiatan olahraga bagi masyarakat, khususnya di Malang Timur. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Velodrome yang terletak di kawasan Malang Timur itu tidak dikelola dengan maksimal dan justru terlihat terbengkalai. Beberapa bagian bangunan bahkan tampak usang, dengan semak belukar yang tumbuh di sekitar area, menambah kesan terlupakan.

“Sayang sekali jika ada fasilitas yang terbengkalai, padahal bisa dimanfaatkan untuk masyarakat. Ini menunjukkan layanan kepada masyarakat berkurang,” ujar Dito dengan tegas saat ditemui iKoneksi.com, Selasa (14/1/2025).

Dito mengakui salah satu faktor penyebab minimnya pemanfaatan Velodrome adalah terbatasnya anggaran yang dialokasikan untuk operasional fasilitas tersebut. Meski demikian, Dito menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak bisa dijadikan alasan untuk membiarkan aset yang sudah ada tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Masalah anggaran memang menjadi salah satu kendala, namun hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk membiarkan fasilitas yang ada terbengkalai. Kami perlu mencari solusi bersama agar fasilitas ini bisa dioptimalkan untuk masyarakat,” kata Dito.

Usulan Pengelolaan oleh Pihak Ketiga

Sebagai langkah solutif, Dito mengusulkan agar Pemkot Malang segera menjalin koordinasi dengan Pemprov Jawa Timur dan membuka peluang untuk kerja sama dengan pihak swasta atau perusahaan dalam pengelolaan Velodrome. Menurutnya, pengelolaan oleh pihak ketiga bisa menjadi alternatif yang tepat untuk menghidupkan kembali Velodrome sebagai sarana olahraga yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Dengan pengelolaan oleh pihak ketiga, Velodrome bisa difungsikan dengan baik sebagai tempat olahraga, rekreasi, dan tempat berkumpul masyarakat, terutama bagi warga di Malang Timur,” lugas Dito.

Velodrome, yang dibangun dengan anggaran negara, seharusnya menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga dan rekreasi yang vital bagi perkembangan masyarakat. Namun, hingga saat ini, fasilitas ini lebih banyak dibiarkan tanpa adanya program pengelolaan yang serius. Dito menyebutkan, banyak contoh lain di Kota Malang yang memiliki nasib serupa, seperti Islamic Center, yang meskipun dibangun dengan anggaran besar, juga tidak mampu dioperasikan dengan maksimal.

“Kita seringkali membangun fasilitas, namun tidak mampu mengoperasikannya dengan baik. Contohnya Islamic Center dan Velodrome, di mana anggaran negara sudah dikeluarkan tapi tidak dioptimalkan untuk masyarakat,” tegas Dito.

Harapan untuk Langkah Strategis Pemkot Malang

Dito berharap Pemkot Malang dapat lebih proaktif dalam merespons permasalahan ini. Ia mendorong agar Pemkot segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sarana olahraga ini dan menyusun skema pengelolaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Dengan adanya pendekatan baru yang melibatkan pihak ketiga, Velodrome bisa kembali menjadi pusat kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemkot Malang perlu segera mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan sarana yang ada. Evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dan pengoptimalan fasilitas seperti Velodrome harus segera dilakukan,” ungkap Dito.

Velodrome di Malang Timur memiliki potensi yang sangat besar jika dikelola dengan serius. Tak hanya sebagai sarana olahraga, namun juga bisa menjadi tempat rekreasi yang ramai dikunjungi. Melalui usulan untuk menggandeng pihak ketiga, DPRD Kota Malang berharap dapat menemukan solusi yang dapat menghidupkan kembali aset ini dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Malang secara keseluruhan.

“Dengan langkah ini, diharapkan Velodrome bisa kembali berfungsi sesuai dengan harapan masyarakat, serta menjadi kebanggaan bagi Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur,” tandas Dito. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *