Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Hari Pertama Program Makan Bergizi di Blitar Molor Sejam

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Blitar, iKoneksi.com – Program Makan Bergizi (MBG) yang digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Blitar resmi dimulai, Selasa (19/8/2025). Namun, di hari pertama pelaksanaannya, program yang bertujuan memberikan asupan gizi sehat kepada para siswa sekolah ini sempat mengalami kendala teknis berupa keterlambatan distribusi makanan.

Makanan yang dijadwalkan tiba di SMP Negeri 4 Kota Blitar pada pukul 09.30 WIB, baru benar-benar sampai ke lokasi sekitar satu jam kemudian. Kondisi ini sempat menimbulkan perhatian dari pihak sekolah, para siswa, hingga orang tua.

Kepala Sekolah Minta Perbaikan Penjadwalan

Kepala SMPN 4 Kota Blitar, Dijah Rumanti Srisusilaningtyas, mengaku memahami keterlambatan ini bisa terjadi mengingat program masih dalam tahap perdana. Ia berharap pelaksanaan pada hari-hari berikutnya bisa lebih tepat waktu dan tidak menimbulkan keresahan.

“Karena perdana, mungkin masih dalam tahap pemetaan lokasi. Kami berharap besok sudah sesuai jadwal,” katanya kepada iKoneksi.com saat dikonfirmasi melalui whatsapp, Selasa (19/8/2025).

Dijah menegaskan pihak sekolah sangat mendukung program ini karena dapat membantu meningkatkan konsentrasi belajar siswa dengan asupan gizi yang lebih baik. Namun, menurutnya, kunci keberhasilan program juga terletak pada ketepatan waktu distribusi.

Petugas Akui Masih Tahap Adaptasi

Hal senada disampaikan oleh Ahmad Habibi, petugas dari Satgas Penyediaan dan Penyaluran Makanan Bergizi (SPPI). Ia tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan, khususnya terkait rute distribusi dan penyesuaian mekanisme baru yang masih dalam tahap awal.

“Karena perdana, perlu adaptasi. Tapi harus ada evaluasi agar ke depan lebih baik dalam penjadwalan dan tidak menimbulkan keterlambatan,” tegas Habibi.

Ia memastikan timnya akan segera melakukan pembenahan agar distribusi makanan bisa sesuai waktu yang dijadwalkan. Evaluasi menyeluruh dijanjikan segera dilakukan, termasuk kemungkinan penambahan armada distribusi agar lebih efektif.

Wali Kota Tegaskan Ada Satgas Pengawasan

Sementara itu, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, ikut menanggapi persoalan ini. Ia menegaskan bahwa Pemkot Blitar sejak awal sudah membentuk satgas khusus untuk mengawasi jalannya program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah.

Pria yang akrab disapa Mas Ibin ini menegaskan, keterlambatan yang terjadi harus segera ditangani agar tidak berulang. Ia berharap program makan bergizi bisa berjalan lebih baik di hari-hari mendatang, karena tujuan utamanya adalah untuk memastikan para siswa mendapatkan asupan gizi sehat tanpa hambatan.

“Program ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi juga soal kualitas pelayanan. Kami ingin anak-anak di Blitar mendapatkan makanan bergizi tepat waktu, sehingga benar-benar berdampak positif pada kesehatan dan prestasi belajar mereka,” kata Mas Ibin.

Harapan ke Depan

Mas Ibin menyebutkan program Makan Bergizi di Kota Blitar digadang menjadi salah satu program andalan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan makanan bergizi yang disediakan secara gratis, pemerintah berharap dapat mencegah masalah stunting, menekan angka gizi buruk, serta meningkatkan fokus belajar siswa.

Meski di hari pertama masih ditemukan kekurangan, pemerintah berkomitmen terus membenahi jalannya program. Kehadiran satgas pengawas, evaluasi rutin, serta perbaikan teknis distribusi diharapkan mampu memastikan program berjalan sesuai target.

“Dengan perhatian serius dari pemerintah daerah, dukungan sekolah, serta partisipasi masyarakat, Program Makan Bergizi di Kota Blitar diyakini dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain. Kendala di hari pertama dianggap sebagai bagian dari proses adaptasi yang wajar, namun menjadi pelajaran penting agar ke depan lebih profesional dan konsisten,” tandas Mas Ibin. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *