Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Kayutangan Heritage Jadi Magnet Wisata Kota Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Target kunjungan wisata Kota Malang tahun 2025 sebesar 3,3 juta wisatawan dipastikan terlampaui. Lonjakan signifikan kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan, terutama kawasan Kayutangan Heritage, menjadi faktor utama tercapainya target tersebut, khususnya selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat, tren peningkatan kunjungan wisata mulai terlihat sejak akhir November 2025 dan terus menguat hingga puncak libur Nataru. Kayutangan Heritage menjadi destinasi dengan tingkat kunjungan tertinggi, dengan jumlah wisatawan harian pada hari tertentu menembus lebih dari 5.000 orang.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan berdasarkan pemantauan dan rekapitulasi kunjungan hingga akhir Desember 2025, target kunjungan wisata tahun ini telah tercapai.

“Dari realisasi akhir November dan perhitungan selama libur Natal, jumlah kunjungan terus meningkat. Di Kayutangan saja, pengunjung bisa mencapai 5.000 orang per hari. Karena itu kami optimistis target 3,3 juta wisatawan pada 2025 terlampaui,” ucap Baihaqi, Kamis (1/1/2026).

Ia menjelaskan, dibandingkan tahun 2024, kunjungan wisata ke kawasan Kayutangan Heritage melonjak hingga 100 persen. Selama periode libur Natal dan Tahun Baru, jumlah wisatawan yang datang berkisar antara 3.000 hingga 5.000 orang per hari. Peningkatan serupa juga terjadi secara akumulatif pada momentum Nataru 2025/2026. Jika pada periode yang sama tahun sebelumnya jumlah wisatawan tercatat sekitar 32 ribu orang, maka pada akhir tahun ini melonjak menjadi sekitar 58 ribu pengunjung.

Baihaqi menilai, lonjakan tersebut tidak lepas dari semakin kuatnya citra Kayutangan Heritage di tingkat nasional. Keberhasilan kawasan ini meraih Wonderful Indonesia Award, mengungguli ratusan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari berbagai daerah, dinilai turut mendorong minat wisatawan untuk datang ke Kota Malang.

“Penghargaan ini membuat Kayutangan semakin dikenal secara nasional. Bahkan, banyak daerah yang datang untuk studi banding terkait pengelolaan kawasan wisata heritage,” seru Baihaqi.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati, mengungkapkan bahwa puncak kunjungan terjadi saat pergantian tahun, Rabu (31/12/2025), dengan jumlah wisatawan mencapai sekitar 3.500 orang. Data tersebut dihimpun dari lima loket masuk yang beroperasi di kawasan Kayutangan.

Menurut Mila, rekor kunjungan tertinggi selama libur akhir tahun tercatat pada 27 Desember 2025, dengan jumlah wisatawan mencapai 5.500 orang dalam satu hari.

“Perhitungan kami dilakukan sejak 13 Desember hingga 4 Januari. Rata-rata per hari sekitar 3.000 pengunjung. Dalam empat hari bisa mencapai 25 ribu orang, dan dalam sepekan menembus 50 ribu pengunjung,” jelasnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 menjadi periode dengan jumlah kunjungan wisata tertinggi sejak Kampung Kayutangan dibuka dan dikelola. Pada 2024, total kunjungan wisata tercatat sekitar 14 ribu orang. Sementara pada 2025, hingga 27 Desember saja, jumlah kunjungan sudah mencapai 28 ribu wisatawan.

“Ini merupakan capaian tertinggi selama kami mengelola Kampung Kayutangan,” ucap Mila.

Meski demikian, Pokdarwis Kayutangan tidak menetapkan target kunjungan khusus untuk tahun berikutnya. Fokus utama diarahkan pada evaluasi dan peningkatan kualitas layanan, terutama fasilitas pendukung seperti toilet, musala, serta pengaturan alur kunjungan wisatawan.

“Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan pengunjung dan menjaga pengalaman berwisata di kawasan Kayutangan Heritage tetap memberikan kesan positif di tengah meningkatnya arus wisatawan,” tukasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *