Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Malam Ricuh di Depan Polresta Malang Kota

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kota Malang dikejutkan oleh kericuhan besar di depan Polresta Malang Kota pada Jumat malam (29/8/2025). Ribuan massa yang terdiri dari pengemudi ojek online (ojol) dan mahasiswa melampiaskan amarah mereka terkait insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, seorang driver ojol yang tewas usai tertabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob dalam aksi demonstrasi di Jakarta, sehari sebelumnya.

Sejak pukul 19.00 WIB, gelombang massa terus berdatangan ke kawasan Jalan JA Suprapto. Suasana yang awalnya berupa aksi solidaritas berubah memanas hingga mencapai puncaknya sekitar pukul 22.00 WIB. Bentrokan tidak terhindarkan, dengan batu dan petasan dilemparkan ke arah Mapolresta Malang Kota. Pagar depan hingga beberapa properti di sekitar area rusak akibat aksi massa yang tidak terbendung.

Luapan Emosi Kolektif

Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan menjadi pemicu ledakan kemarahan. Bagi para pengemudi ojol, Affan bukan sekadar rekan sejawat, melainkan simbol dari ketidakadilan. Rasa kehilangan itu diperparah oleh perasaan frustrasi karena peristiwa yang menewaskan Affan terjadi saat ia hanya memperjuangkan haknya dalam aksi massa di ibu kota.

Di tengah situasi panas, massa berteriak-teriak menuntut keadilan. Spanduk dan banner yang mereka bawa sebagian dirusak dalam luapan emosi. Jalan raya utama di sekitar Polresta lumpuh total, membuat arus kendaraan dialihkan ke jalur lain.

Yang menarik, meskipun aksi berlangsung di depan markas polisi, penjagaan ketat justru dilakukan oleh anggota TNI yang ditempatkan di sekitar lokasi. Kehadiran mereka ditujukan untuk meredam ketegangan, namun tidak serta-merta mampu menghentikan gelombang emosi massa yang memuncak.

Aksi Damai di Sore Hari Berubah Ricuh di Malam Hari

Kericuhan malam itu kontras dengan aksi sebelumnya yang berlangsung lebih damai. Pada Jumat sore, massa gabungan mahasiswa dan komunitas ojol menggelar aksi solidaritas di Alun-Alun Merdeka, Kota Malang. Mereka menggelar doa bersama, menyalakan lilin, dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan.

Aksi sore hari itu menggambarkan duka yang disalurkan dengan tenang, penuh rasa kebersamaan, dan simbol persaudaraan. Namun, begitu malam tiba dan massa semakin banyak berkumpul, suasana berubah drastis. Kekecewaan dan amarah yang terpendam menjelma dalam bentuk perlawanan langsung di depan Mapolresta.

Jalan Buntu Antara Massa dan Aparat

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara aparat keamanan dan kelompok sipil. Massa menuding aparat tidak bertanggung jawab dalam insiden yang merenggut nyawa Affan di Jakarta. Mereka menuntut investigasi terbuka dan transparansi atas kasus tersebut.

Di sisi lain, pihak kepolisian di Malang belum memberikan keterangan resmi saat kericuhan terjadi. Hanya tampak garis polisi dan barikade untuk mencegah massa masuk ke halaman markas Polresta. Kehadiran TNI di sekitar lokasi dinilai sebagai langkah antisipasi agar situasi tidak semakin meluas.

Gelombang Protes yang Tak Berhenti

Kericuhan di Malang memperlihatkan bahwa kematian Affan Kurniawan bukan sekadar tragedi personal, melainkan menjadi simbol perlawanan yang lebih besar. Para pengemudi ojol di berbagai kota mulai menyuarakan dukungan, menandai potensi gelombang protes yang meluas.

Aksi solidaritas dan kemarahan massa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat untuk segera membuka fakta sebenarnya di balik insiden maut yang menewaskan Affan. Tanpa langkah nyata, dikhawatirkan protes akan terus berlanjut, bahkan meluas ke kota-kota lain.

Tragedi yang menewaskan Affan telah memantik bara di hati ribuan massa di Malang. Dari doa lilin hingga lemparan batu, ekspresi duka berubah menjadi amarah kolektif yang sulit dibendung. Ricuhnya aksi di depan Polresta Malang Kota memperlihatkan betapa peristiwa di Jakarta telah menyulut reaksi berantai yang mengguncang stabilitas di daerah lain.

Kini, publik menunggu jawaban: akankah pemerintah dan aparat menanggapi tuntutan dengan langkah serius, atau membiarkan bara amarah itu terus berkobar? (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *