Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

OJK Malang Mencatat Investor Pasar Modal di Kota Malang Terus Bertumbuh

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kota Malang mencatatkan pertumbuhan menggembirakan dalam dunia investasi pasar modal. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, jumlah Single Investor Identification (SID) di kota ini mengalami kenaikan 11,52 persen secara year on year (yoy). Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat Kota Malang yang terus meningkat dalam berinvestasi, tidak hanya mengandalkan tabungan atau deposito konvensional, tapi juga mulai memahami pentingnya peran pasar modal dalam memperkuat ekonomi pribadi dan daerah.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menegaskan tren ini menunjukkan perkembangan positif dari literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

“Pertumbuhan pasar modal bukan hanya menjadi indikator kemajuan ekonomi nasional, tetapi juga membuka peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk di Malang,” tutut Farid.

Dominasi Investor Muda: Antara Tren dan Kesadaran Finansial

Data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa investor pasar modal didominasi oleh kalangan muda. Sebanyak 54,47 persen investor berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Diikuti oleh kelompok usia 31–40 tahun sebesar 24,71 persen. Meski demikian, pemilik aset terbesar masih berasal dari kelompok usia di atas 60 tahun, yang menunjukkan bahwa akumulasi kekayaan tetap berbanding lurus dengan usia dan pengalaman.

“Kondisi ini selaras dengan data lokal. Di Kota Malang, OJK mencatat pertumbuhan investor sebesar 11,98 persen, mencerminkan betapa besarnya potensi dan ketertarikan masyarakat terutama generasi muda terhadap dunia investasi. Sejumlah platform dan sarana investasi seperti S-INVEST dan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga 31 Maret lalu, S-INVEST mencapai 288.077 SID dengan pertumbuhan 11,10 persen yoy. Sedangkan APERD mencatat pertumbuhan fantastis sebesar 67,92 persen yoy, dengan total nilai mencapai Rp 311 miliar dan nasabah sebanyak 38.644 orang,” urai Farid.

Aplikasi dan Platform Favorit Investor Malang

Di kalangan investor Malang, Farid mengungkapkan sejumlah aplikasi dan perusahaan sekuritas menjadi favorit. Untuk perusahaan sekuritas, nama-nama seperti Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Mirae Asset, dan Indo Premier mendominasi. Sementara untuk platform investasi, aplikasi seperti Bibit, Bareksa, dan Ajaib menjadi andalan.

“Peningkatan partisipasi ini membuat OJK percaya diri menaikkan target penghimpunan dana dari pasar modal. Jika pada 2024 targetnya sebesar Rp 200 triliun, maka tahun 2025 dinaikkan 10 persen menjadi Rp 220 triliun. Keyakinan ini berangkat dari realisasi tahun lalu yang melebihi target yakni mencapai Rp 259,24 triliun, di mana 36 persen berasal dari sektor keuangan,” jelas Farid.

Kisah Nyata Investor Muda Malang

Antusiasme ini terlihat jelas dari pengalaman para investor muda. Salah satunya adalah Aaron, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) sekaligus anggota komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Malang. Ia memulai investasi pada 2020 dengan modal awal Rp 500 ribu. Kini, Aaron rutin mengalokasikan Rp 200–300 ribu per bulan untuk berinvestasi saham. Keuntungannya berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu per bulan, tergantung kondisi pasar.

Aaron memanfaatkan aplikasi Stockbit dan menggunakan TradingView untuk menganalisis sektor-sektor potensial. Ia sempat mencoba investasi di sektor perbankan serta saham ritel seperti Alfamart. Bahkan pada 2021, Pandu menjajal peruntungan di pasar cryptocurrency dengan Dogecoin dan Shiba Inu. Namun, volatilitas tinggi membuatnya kembali fokus ke saham, yang menurutnya lebih stabil dan tidak memerlukan pemantauan seintensif crypto.

Investor Senior: Dari Reksadana ke Diversifikasi

Sementara itu, Faisal, investor yang telah memulai perjalanan investasinya sejak 2018, membagikan pengalamannya meniti jalan investasi dari reksadana dengan modal awal Rp 100 ribu. Menurutnya, reksadana merupakan pilihan aman bagi pemula, meski return-nya tidak terlalu tinggi. Dalam perjalanannya, Faisal mencoba berbagai instrumen seperti saham, emas, dan obligasi demi diversifikasi risiko.

Ia memahami bahwa setiap instrumen memiliki karakteristik berbeda. Saham memiliki potensi keuntungan besar, tetapi memerlukan pemahaman analisis pasar. Emas cenderung aman, tapi kurang optimal untuk pertumbuhan jangka pendek. Obligasi dianggap hampir bebas risiko karena dijamin pemerintah. Dengan strategi yang tepat, Faisal mampu meraup keuntungan antara Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta.

Pandangan Pelaku Pasar: Minat Stabil, Tren Dinamis

Senior Customer Relationship PT Sucor Sekuritas Cabang Malang, Agus Priyono, menyebutkan bahwa tiap bulannya terdapat 10–20 nasabah baru yang mendaftar. Meskipun sempat terjadi perlambatan pada awal 2025 akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, situasi kini kembali stabil.

Hal senada disampaikan Online Advisor Office PT BRI Danareksa Sekuritas Cabang Malang, Agus Soenartono. Menurutnya, target nasabah bulanan bisa mencapai 100–200 orang, meski tidak selalu tercapai. Saat ini, banyak investor yang melirik instrumen trading, valuta asing (valas), dan crypto.

“Namun, tren ini bisa bergeser sesuai dinamika pasar. Dalam situasi ekonomi yang fluktuatif, investor cenderung kembali ke instrumen yang lebih stabil seperti reksadana dan obligasi,” ucap Agus.

Optimisme dan Tantangan ke Depan

Pertumbuhan investasi di Kota Malang menjadi sinyal positif dalam ekosistem keuangan Indonesia. Partisipasi aktif generasi muda, peningkatan penggunaan platform digital, serta diversifikasi instrumen menjadi fondasi kuat bagi kemajuan pasar modal daerah. Tantangan ke depan terletak pada peningkatan literasi keuangan masyarakat, perlindungan investor pemula, serta respons terhadap dinamika ekonomi global yang kian cepat berubah.

“Namun satu hal yang pasti, Kota Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi kini juga menjelma sebagai kota investor muda yang penuh semangat dan inovasi dalam membangun masa depan finansialnya sendiri,” pungkas Farid. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *