google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pemkot Malang Siapkan Langkah Serius untuk Kembangkan Ekraf

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Malang tengah bersiap melakukan langkah besar dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif. Salah satu terobosan terbesarnya adalah pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai satuan kerja mandiri yang akan menangani secara khusus segala urusan di bidang tersebut. Saat ini, proses pembentukan dinas baru itu sudah memasuki tahap teknis dan pembahasan struktur organisasi. Nantinya, Malang Creative Center (MCC) yang selama ini berada di bawah Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag), akan dipindahkan ke bawah pengelolaan Dinas Ekraf.

MCC Akan Berpindah Naungan

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menjelaskan dengan terbentuknya dinas baru ini, akan ada penyesuaian termasuk rotasi jabatan dan pengisian posisi struktural. Menurut Ali, langkah ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan pusat yang menggarisbawahi pentingnya ekonomi kreatif sebagai pilar pembangunan nasional. Ali menyebut, Kota Malang memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi kreatif. Fasilitas seperti MCC yang telah berdiri megah menjadi bukti konkret. Namun, selama ini pengelolaan sektor ini belum sepenuhnya fokus karena berada di bawah dinas yang memiliki cakupan kerja cukup luas, yaitu Diskopindag.

“Kalau soal potensi, Malang ini sudah sangat mumpuni. Fasilitas sudah ada, seperti MCC. Nantinya, MCC akan dikelola oleh Dinas Ekraf yang akan digabung dengan UMKM,” katanya, Selasa (6/5/2025).

Dinas Ekraf Akan Berdiri Sendiri, Bukan Gabungan

Ali mengungkapkan, semula ada wacana Dinas Ekraf akan digabung dengan unit kerja lain seperti Diskopindag. Namun, seiring perkembangan pembahasan, diputuskan Dinas Ekraf akan berdiri sebagai satuan kerja mandiri.

“Hal ini untuk menghindari tumpang tindih pengelolaan dan memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan sektor kreatif,” sebut Ali.

Meski demikian, Ali mengakui pembentukan dinas baru bukanlah perkara mudah. Salah satu tantangan besar adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan memiliki pemahaman mendalam terhadap dunia ekonomi kreatif.

“Oleh karena itu, Pemkot akan memberikan pelatihan khusus bagi pegawai yang ditugaskan agar mampu menjalankan tugasnya secara profesional. Kemampuan SDM akan kami tingkatkan, baik melalui pelatih khusus maupun pendekatan teknis lainnya. Dengan begitu, dinas ini bisa langsung tancap gas saat resmi beroperasi,” jelas Ali.

DPRD Dukung Penuh, Dorong Efisiensi dan Fokus

Dukungan terhadap pembentukan Dinas Ekraf juga datang dari DPRD Kota Malang. Anggota DPRD, Dito Arif Nurakhmadi, menyebut pembentukan dinas ini merupakan program prioritas dan perlu segera diwujudkan. Menurutnya, selama ini pengelolaan sektor kreatif di Malang masih kurang maksimal karena tersebar di beberapa dinas seperti Disporapar, Diskopindag, dan bahkan Bappeda.

“Kalau memang regulasinya sudah memungkinkan dan ini jadi program prioritas, maka harus kita dorong. Potensi ekonomi kreatif di Malang sangat besar, tapi belum terkelola secara fokus,” ucap Dito.

Ia menambahkan, dengan adanya dinas khusus, maka urusan pengembangan ekonomi kreatif akan lebih terarah. Tidak hanya itu, pengelolaan MCC juga akan menjadi lebih jelas. Dito juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran dalam pembentukan dinas baru ini. Menurutnya, langkah ini tidak boleh membebani APBD, melainkan harus diarahkan untuk mendorong MCC menjadi entitas produktif yang tidak selalu bergantung pada dana pemerintah.

“Kalau memang bisa mandiri, bahkan tidak membebani APBD, itu jauh lebih baik. Dinas Ekraf harus bisa menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku kreatif di Kota Malang,” tegasnya.

Ekonomi Kreatif, Masa Depan Kota Malang

Langkah Pemkot Malang ini dinilai Dito sebagai strategi jangka panjang untuk mengubah wajah perekonomian daerah. Di era digital dan pasca-pandemi, sektor ekonomi kreatif terbukti mampu bertahan dan menjadi penyumbang PDB yang signifikan. Oleh karena itu, kehadiran dinas yang menangani secara spesifik sektor ini bukan hanya soal regulasi, tetapi juga investasi untuk masa depan.

“Dengan fasilitas yang sudah lengkap, talenta muda yang melimpah, serta ekosistem kreatif yang mulai terbentuk, Kota Malang berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif terdepan di Indonesia. Pembentukan Dinas Ekraf ini bukan hanya soal birokrasi, tetapi soal komitmen membangun kota yang kreatif, inovatif, dan mandiri,” pungkas Dito. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *