Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

RT 04 Joyogrand Siap Bersinar, Warga Kompak Wujudkan Malang Lebih Hijau

  • Bagikan
Ketua RT 04 Joyogrand Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang saat rembukan bersama warga, Ahad (26/10/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Menjelang pelaksanaan Lomba Kampung Bersinar antar RT-RW se-Kota Malang tahun 2025, semangat warga RT 04 RW 08 Perumahan Joyogrand, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, mulai terasa kian membara. Mereka bahu-membahu menyiapkan berbagai program unggulan yang bukan hanya menonjolkan keindahan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan perkotaan.

Ketua RT 04 Joyogrand, Eko Arif Mudji Antono, S.H., menegaskan pihaknya telah siap sepenuhnya menghadapi kompetisi bergengsi yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang itu.

“Kami sudah mempersiapkan berbagai program yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi warga,” ujarnya saat ditemui iKoneksi.com di kediamannya, Minggu (26/10/2025).

Salah satu program andalan yang telah dijalankan RT 04 adalah Urban Farming, atau pertanian perkotaan. Program ini menjadi simbol kreativitas warga dalam memanfaatkan lahan sempit dan bahan bekas untuk bercocok tanam.

Ketua RT 04 Joyogrand Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Ahad (26/10/2025) (04/iKoneksi.com)

“Kami menggunakan galon bekas untuk menanam sayuran dan tanaman obat. Selain ramah lingkungan, kegiatan ini juga membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sehat secara mandiri,” jelas Eko.

Tak hanya urban farming, warga juga mengembangkan tanaman hidroponik sebagai bentuk pertanian modern yang efisien. Tanaman ini tumbuh tanpa tanah, menggunakan sistem air dan nutrisi khusus yang lebih hemat lahan dan air. Menurut Eko, sistem ini tidak hanya menciptakan keindahan visual, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.

“Dari hidroponik, warga belajar makan makanan yang sehat, segar, dan ditanam sendiri. Pola hidup sehat itu tumbuh dari kesadaran kecil seperti ini,” ungkap Lawyer terkemuka di Kota Malang itu.

Ketua RW 08 Joyogrand, Wahyu Bawana Nawaksara, menambahkan bahwa inisiatif warga bukan sekadar lomba, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menjadikan Joyogrand sebagai kawasan percontohan ramah lingkungan. Ia menekankan, kawasan ini bukan hanya tempat tinggal, melainkan komunitas yang hidup dengan nilai-nilai keberlanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa peduli lingkungan bukan slogan, tapi gaya hidup yang harus dijalani bersama,” tegasnya.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Gerakan 1.000 Biopori, yang melibatkan seluruh rumah tangga di Joyogrand. Melalui gerakan ini, setiap warga membuat lubang resapan di pekarangan rumah masing-masing. Hasilnya nyata: kemampuan tanah menyerap air meningkat, potensi banjir menurun, dan cadangan air di musim kemarau tetap terjaga.

“Program biopori ini bukan hanya soal teknik, tapi tentang rasa tanggung jawab bersama terhadap alam,” ucap Wahyu.

Selain fokus pada pengelolaan air, warga Joyogrand juga menggerakkan Sedekah Sampah Jadi Berkah sebuah gerakan sosial yang mengubah limbah menjadi amal. Sampah anorganik yang dikumpulkan warga dipilah dan dijual, lalu hasilnya digunakan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan lingkungan. Inisiatif ini tidak hanya menekan timbunan sampah, tetapi juga memperkuat solidaritas antarwarga.

“Dari sampah yang sering dianggap tidak berguna, lahirlah manfaat bagi masyarakat. Lingkungan bersih, warga pun berdaya,” tutur Wahyu.

Tak berhenti di situ, Joyogrand juga menanamkan budaya hemat energi dan efisiensi sumber daya. Warga terbiasa menggunakan air bekas wudhu atau cucian untuk menyiram tanaman. Beberapa titik jalan sudah dilengkapi lampu tenaga surya (solar cell), mengurangi ketergantungan pada listrik PLN dan menekan emisi karbon.

“Langkah kecil seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari rumah sendiri,” imbuh Wahyu.

Seluruh program ini, kata Wahyu, tumbuh dari kesadaran kolektif warga tanpa paksaan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan lingkungan.

“Joyogrand ingin membuktikan bahwa kepedulian terhadap bumi bukan tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab lintas generasi,” sebutnya.

Kini, Joyogrand tak sekadar menjadi peserta lomba, melainkan simbol perubahan hijau di tingkat akar rumput. Keikutsertaan RW 08 dalam Lomba Kampung Bersinar adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan inovasi bisa menjadi kekuatan besar dalam membangun kota yang bersih dan berkelanjutan.

“Dalam setiap biopori yang digali dan setiap botol plastik yang dikumpulkan, tersimpan semangat besar: menjadikan Malang benar-benar Ngalam Rijik, Ngalam Seger kota yang bersih, segar, dan membanggakan warganya,” tutup Wahyu.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *